AHY Sampaikan Orasi Politik Ketiga Bertema Muda adalah Kekuatan

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Agus Harimurti Yudhoyono menghadiri Deklarasi Nasiomal Cakra AHY di Gedung Djoeang 45, Senin 30 Juli 2018. Tempo/Insan Qurani

    Agus Harimurti Yudhoyono menghadiri Deklarasi Nasiomal Cakra AHY di Gedung Djoeang 45, Senin 30 Juli 2018. Tempo/Insan Qurani

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komando Satuan Tugas Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY menyampaikan pidato bertema "Muda Adalah Kekuatan". Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Putu Supadma Rudana mengatakan AHY berbicara dalam kapasitasnya sebagai Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute.

    Baca juga: Alasan AHY Undang Jokowi dan Wiranto ke Rapimnas Partai Demokrat

    "Mas Agus sudah berkeliling ke puluhan daerah dan selalu ditanya kapan diadakan di Jakarta. Akhirnya Mas Agus menjawab dengan acara bertema 'Muda adalah Kekuatan' ini," kata Putu di Ballroom Djakarta Theater XXI, Jakarta, Jumat, 3 Agustus 2018.

    Putu tak menjawab jelas apakah orasi politik AHY malam ini bagian dari upaya Demokrat menjadikannya calon wakil presiden untuk Prabowo Subianto dalam pemilihan presiden atau pilpres 2019. Dia mengatakan fokus malam ini adalah menjawab aspirasi kelompok milenial.

    Putu menambahkan, Demokrat menyerahkan segalanya kepada partai koalisi. AHY, kata dia, sesungguhnya dipersiapkan untuk pilpres 2024.

    "(Tetapi) panggilan sejarah apa pun beliau harus siap, tetap siap terpanggil negara," ujarnya.

    Ini merupakan orasi politik AHY yang ketiga. Pidato pertama AHY berlangsung dalam acara Rapat Pimpinan Nasional Partai Demokrat pada 11 Maret lalu di Sentul, Bogor, Jawa Barat. Sebelum berpidato, AHY sempat berada satu panggung dengan ayahnya, Susilo Bambang Yudhoyono, dan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

    Baca juga: Pertemuan AHY dan Jokowi, Gerindra: Itu Hal Biasa

    Selama sekitar 40 menit ketika itu, AHY berbicara ihwal target kemenangan Partai Demokrat dalam Pemilihan Umum 2019. Ia juga sempat memuji kinerja pemerintahan Jokowi.

    Orasi politik AHY yang kedua berlangsung pada Juni lalu. Namun, dalam pidato yang digelar di Jakarta Convention Center itu, AHY justru lebih banyak mengkritik kinerja pemerintahan Jokowi. Putra sulung SBY ini menyampaikan pidato yang dikemas dengan tema "Dengarkan Suara Rakyat".

    AHY menyinggung pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintahan Jokowi. Namun dia pun mempertanyakan program revolusi mental yang dianggap tak seiring dengan pembangunan infrastruktur itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.