Rabu, 17 Oktober 2018

Sekjen Partai Berkarya Bandingkan Blusukan Jokowi dengan Soeharto

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Dewan Kehormatan Partai Berkarya Priyo Budi Santoso beserta rombongan menyerahkan daftar nama calon legislatif (caleg) ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Selasa 17 Juli 2018. TEMPO/Subekti.

    Sekretaris Dewan Kehormatan Partai Berkarya Priyo Budi Santoso beserta rombongan menyerahkan daftar nama calon legislatif (caleg) ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Selasa 17 Juli 2018. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Berkarya, Priyo Budi Santoso, mengatakan blusukan ala Presiden Joko Widodo atau Jokowi sebenarnya sudah dilakukan oleh mantan Presiden Soeharto.

    Baca: Blusukan di Pasar Gede Klaten, Jokowi Bagi-Bagi Buku

    "Beliau mungkin meneruskan tradisi presiden sebelumnya, termasuk Pak Soeharto" Katanya, di Gedung Dewan Pengurus Pusat Partai Berkarya, 4 Agustus, 2018.

    Namun, Priyo mengatakan ada perbedaan antara blusukan yang dilakukan Jokowi dengan Soeharto. Ia mengatakan dulu Presiden Soeharto tidak pernah menyebutnya sebagai blusukan.

    "Bedanya adalah pak Harto tidak pernah menyebutnya blusukan, yang Kedua blusukan Pak Harto tidak pernah disiarkan. Berarti memang betul-betul silent" Jelasnya.

    Baca juga: Jokowi Ajak Delegasi IMF Blusukan ke Pasar Mayestik

    Tetapi, Priyo tetap mengapresiasi gaya blusukan Jokowi. "Kami sangat mengapresiasi langkah blusukan seperti itu," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Suap Izin Meikarta

    KPK menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sebagai tersangka dugaan kasus suap izin proyek pembangunan Meikarta. Ini sekilas fakta kasus itu.