Rabu, 17 Oktober 2018

Wiranto Ingatkan Suhu Politik Jangan Sampai Mendidih

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto usai menggelar rapat bersama dengan Ketua KPU Arief Budiman, Ketua Bawaslu Abhan, Panglima TNI Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Tito Karnavian di Kantor Kemenko Polhukam,  22 Juni 2018. Tempo/Dewi Nurita

    Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto usai menggelar rapat bersama dengan Ketua KPU Arief Budiman, Ketua Bawaslu Abhan, Panglima TNI Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Tito Karnavian di Kantor Kemenko Polhukam, 22 Juni 2018. Tempo/Dewi Nurita

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan suhu politik menjelang pelaksanaan pemilihan legislatif serta pemilihan capres dan cawapres 2019 mulai memanas. Namun ia mengingatkan agar suhu politik jangan sampai mendidih.

    Baca juga: Soal Cawapres Jokowi, Wiranto: Enggak Usah Ribut

    "Kita rasakan suhu politik memanas, karena politik merupakan bagian dari kehidupan sebagai bangsa. Tentunya memanas wajar-wajar saja, karena sepanjang kita melakukan event seperti ini selalu memanas, kondisi sosial memanas," kata Wiranto saat jumpa pers di kantor Kementerian Koordinator Politik, Jakarta, Jumat, 3 Agustus 2018.

    Wiranto mengingatkan agar suhu politik jangan sampai mendidih, yang akhirnya membuat hal negatif bagi bangsa Indonesia.

    "Kita ingatkan bahwa pemilu untuk memilih pemimpin yang diinginkan oleh rakyat. Sehingga tidak perlu panas bila dalam pelaksanaannya masing-masing pihak yang berkaitan dengan masalah pemilu ini melaksanakan tugasnya dengan baik, melaksanakan tugasnya sesuai dengan hukum yang berlaku, koridor yang sudah ada," kata Wiranto.

    Menurut mantan Panglima TNI ini, pemilu yang berjalan selama ini berlangsung secara demokratis, sehingga menimbulkan penilaian dunia bahwa Indonesia saat melaksanakan pemilu selalu sukses dan aman serta menghasilkan pemimpin yang baik.

    Baca juga: Wiranto Ajak SBY Bertemu Soal Netralitas TNI, Polri, dan BIN

    "Kita mengharapkan yang sama pada Pemilu 2019. Pemilu ini kita berkontestasi untuk memilih pemimpin, kita adu kualitas dan kompetensinya. Oleh karena itu, yang berjalan bukan adu fitnah dan bukan adu saling menjelek-jelekkan, bukan adu untuk membongkar aib seseorang atau adu otot atau adu hoax serta adu ujaran kebencian," ucap Wiranto.

    Wiranto, sebagai menteri yang membidangi masalah politik, mengimbau dan mengajak elemen bangsa menghadapi pemilu legislatif dan pilpres dengan perasaan gembira dan bersyukur ada kesempatan untuk memilih pemimpin yang terbaik.

    "Saya mengajak agar kita melaksanakan secara beradab dan beretika dan masuk dalam koridor hukum yang ada. Hal yang kira-kira belum jelas, mari kita selesaikan secara baik-baik melalui peraturan perundang-undangan yang berlaku," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Suap Izin Meikarta

    KPK menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sebagai tersangka dugaan kasus suap izin proyek pembangunan Meikarta. Ini sekilas fakta kasus itu.