Demokrat Gandeng Gerindra, Puan Maharani: Politik Harus Memilih

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri (kanan) bersama Menko PMK Puan Maharani (kiri) menghadiri acara pernikahan putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution, di Solo, 8 NOvember 2017. Pernikahan putri semata wayang Jokowi ini dihadiri para pejabat hingga rakyat biasa. ANTARA/R. Rekotomo

    Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri (kanan) bersama Menko PMK Puan Maharani (kiri) menghadiri acara pernikahan putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution, di Solo, 8 NOvember 2017. Pernikahan putri semata wayang Jokowi ini dihadiri para pejabat hingga rakyat biasa. ANTARA/R. Rekotomo

    TEMPO.CO, Jakarta-Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Puan Maharani berpendapat keputusan Partai Demokrat untuk berkoalisi dengan Partai Gerindra merupakan pilihan politik.

    Dalam berpolitik, ujar Puan, memang harus ada pilihan-pilihan. "Itu pilihan, politik itu harus memilih," ujar Puan saat ditemui di Jakarta Selatan, Kamis, 2 Agustus 2018.

    Baca: Cawapres Jokowi, Puan Maharani: Dibahasnya Sama Ibu Megawati

    Puan tidak setuju dengan pernyataan ketua umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menyebutkan salah satu alasan batalnya Partai Demokrat berkoalisi dengan PDIP lantaran hubungannya dengan Megawati Soekarnoputri belum mencair.

    Belum pulihnya hubungan itu disampaikan SBY dalam konferensi pers di kediamannya beberapa waktu lalu. Dia mengungkapkan ada banyak kesulitan Demokrat berkoalisi dengan Jokowi. SBY menyebut renggangnya hubungan antara dia dengan Mega  menjadi kendala dua partai berkoalisi.

    Simak: Prabowo: Puan Maharani Ingin Belajar Berkuda di Hambalang

    Menurut Puan PDIP  selalu membuka komunikasi dengan Partai Demokrat. Dia mencontohkan hubungan pertemanannya dengan putra sulung SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). "Saya masih dengan Mas AHY sering bertemu, para  sekjen (partai) juga melakukan hal seperti itu," ujarnya.

    Puan menilai mungkin koalisi PDIP - Demokrat memang belum takdirnya di pemilu 2019. Meski gagal berjalan beriringan, namun, kata Puan, PDIP tetap menjaga silaturahmi dengan Partai Demokrat. "Mungkin (kali ini) belum jodoh," kata Puan Maharani.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.