Begini Modus UN Swissindo Menggaet Banyak Korban

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Demo Kantor BI, UN Swissindo Minta BI Hapuskan Utang Masyarakat. TEMPO/Fahmi Ali

TEMPO.CO, Jakarta - Soegiharto Notonegoro, bos United Nation Swissindo Trust International Orbit atau UN Swissindo yang dikenal dengan nama Sekte Penghapus Utang, memiliki modus sendiri sehingga berhasil menggaet banyak korban.

Baca juga: Tawarkan Jasa Lunasi Utang, UN Swissindo Akhirnya Ditutup 

"Korban banyak karena UN Swissindo memalsukan sertifikat Bank Indonesia," ujar Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Komisaris Besar Daniel Tahi Mohang Silitonga melalui pesan singkat, Kamis, 2 Agustus 2018.

Sertifikat palsu itu, kata Daniel, oleh pelaku digunakan untuk meyakinkan masyarakat bahwa utangnya nanti akan lunas dan tidak perlu dibayar.

Soegiharto ditangkap hari ini oleh Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Badan Reserse Kriminal Markas Besar Polri. Ia ditangkap di Cirebon.

Beroperasi sejak 2010, UN Swissindo ini bertujuan ingin menghapus utang umat manusia di dunia. UN Swissindo selama ini beroperasi di Cirebon, Jawa Barat. Sang pencetus, Soegiharto, mengklaim dirinya adalah Presiden Besar Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

Kemudian, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Satuan Petugas (satgas) Waspada Investasi mengeluarkan keputusan bahwa UN Swissindo tak memiliki izin untuk melaksanakan kegiatan pelunasan utang tersebut.

Menyusul akhirnya OJK mengeluarkan siaran pers pada 20 Juni 2016 dengan nomor SP 56/DKNS/OJK/6/2016, yang berisi imbauan kepada masyarakat agar waspada terhadap janji-janji pelunasan kredit oleh pihak bertanggung jawab. Keputusan itu muncul setelah UN Swissindo mulai menjadi perbincangan.

Simak juga: Demo Kantor BI, UN Swissindo Minta BI Hapuskan Utang Masyarakat

Lima bulan kemudian, OJK dan Satgas Waspada Investgasi kembali mengeluarkan siaran pers dengan nomor SP 110/DKNS/OJK/XI/2016 tentang pengungkapan kasus tersebut, tepatnya pada 1 November 2016.

OJK dan Satgas Waspada Investigasi menyatakan bahwa UN Swissindo telah melakukan kegiatan yang melanggar hukum. Satgas Waspada Investasi pun kemudian melaporkan kasus UN Swissindo ke Bareskrim Polri pada 13 September 2016. Di hari yang sama, Satgas Waspada Investasi juga menyurati UN Swissindo untuk menghentikan kegiatannya, karena kegiatan sekter tersebut tidak sesuai dengan mekanisme pelunasan kredit ataupun pembiayaan yang berlaku di perbankan atau lembaga pembiayaan.

Konsep pelunasan utang yang dilakukan UN Swissindo hanya bermodal voucer M1, yang kemudian diisi dengan NIK dan nama. Voucer M1 itu didapat dengan gratis dan tertulis keterangan tidak dapat diperjualbelikan.

Setahun setelah adanya keputusan penghentian kegiatan UN Swissindo, pada 23 Agustus 2017, Pimpinan UN Swissindo Sino dipanggil Satgas Waspada Investasi. Sino mendatangani empat pernyataan.

Pernyataan tersebut tentang penghentian kegiatan dan permintaan maafnya untuk tidak mengulangi kembali atau melakukan kegiatan yang sama. Pernyataan Sino itu dibubuhi tandatangannya serta materai Rp 6.000. Pernyataan itu diketahui oleh Tongam L Tobing selaku Ketua Satgas Waspada Investasi.






Daftar 18 Investasi Bodong yang Ditutup Satgas Sepanjang September

17 jam lalu

Daftar 18 Investasi Bodong yang Ditutup Satgas Sepanjang September

SWI memblokir situs, website, aplikasi, dan menyampaikan laporan keberadaan investasi bodong itu ke Bareskrim Polri.


Daftar Terbaru 105 Platform Pinjol Ilegal yang Ditutup Satgas Waspada Investasi OJK

21 jam lalu

Daftar Terbaru 105 Platform Pinjol Ilegal yang Ditutup Satgas Waspada Investasi OJK

OJK kembali menemukan 105 platform pinjaman online ilegal atau pinjol ilegal. Simak daftar lengkapnya di sini.


Temukan Lagi 105 Pinjol Ilegal, OJK Sejak 2018 Sudah Tutup 4.265 Aplikasi

1 hari lalu

Temukan Lagi 105 Pinjol Ilegal, OJK Sejak 2018 Sudah Tutup 4.265 Aplikasi

Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga akhir September 2022 menemukan 105 platform pinjaman online atau pinjol ilegal.


OJK Sebut Penghimpunan Dana di Pasar Modal Tembus Rp 175,3 Triliun: Ada 48 Emiten Baru

2 hari lalu

OJK Sebut Penghimpunan Dana di Pasar Modal Tembus Rp 175,3 Triliun: Ada 48 Emiten Baru

Hingga 28 September 2022, OJK mencatat jumlah investor pasar modal sebanyak 9,76 juta Single Investor Identification (SID).


Tips Ampuh agar Terhindar dari Jebakan Investasi Bodong

8 hari lalu

Tips Ampuh agar Terhindar dari Jebakan Investasi Bodong

Kemudahan akses informasi ternyata tak membuat jumlah korban investasi bodong berkurang.


Youtuber Asal Thailand Diduga Menipu Rp 817 M Berkedok Investasi Valas

36 hari lalu

Youtuber Asal Thailand Diduga Menipu Rp 817 M Berkedok Investasi Valas

Seorang youtuber perempuan asal Thailand diduga menipu pengikutnya dengan mengiming-imingi investasi valas. Kerugian korban ditaksir Rp 817 miliar.


Satgas Investasi Temukan 13 Entitas Investasi Bodong, Korban Diminta Segera Cairkan Dana

42 hari lalu

Satgas Investasi Temukan 13 Entitas Investasi Bodong, Korban Diminta Segera Cairkan Dana

Satgas Waspada Investasi telah mendesak para pelaku penawaran investasi bodong untuk mengembalikan dana masyarakat.


Calon Mertua Indra Kenz Diserahkan ke Kejari Tangsel, Jadi Tersangka Pencucian Uang

52 hari lalu

Calon Mertua Indra Kenz Diserahkan ke Kejari Tangsel, Jadi Tersangka Pencucian Uang

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri menyerahkan tersangka RP, calon mertua Indra Kenz ke Kejari Tengsel.


Bos Jouska Divonis Penjara 7 Tahun dan Denda Rp 2 Miliar

54 hari lalu

Bos Jouska Divonis Penjara 7 Tahun dan Denda Rp 2 Miliar

Majelis Hakim PN Jakarta Pusat menjatuhkan vonis terhadap CEO Jouska Finansial Indonesia dan Dirut Amarta Investama. Apa saja vonisnya?


Indra Kenz Disidang Besok, Delapan Fakta Perkara Binomo

56 hari lalu

Indra Kenz Disidang Besok, Delapan Fakta Perkara Binomo

Indra Kenz sempat memindahkan dahulu uangnya Rp 38 miliar ke rekening atas nama orang lain, di luar aset kriptonya.