Pemerintah Daerah di Jawa Barat Siap Gaungkan Asian Games 2018

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rapat Koordinasi Kehumasan se-Jawa Barat dengan tema “Asian Games Sebagai Peluang untuk Mengoptimalkan Branding Daerah”  di Marbella Suites, Kabupaten Bandung, Rabu 1 Agustus 2018.

    Rapat Koordinasi Kehumasan se-Jawa Barat dengan tema “Asian Games Sebagai Peluang untuk Mengoptimalkan Branding Daerah” di Marbella Suites, Kabupaten Bandung, Rabu 1 Agustus 2018.

    INFO JABAR - Pemerintah daerah kota dan kabupaten di Jawa Barat bertekad turut memeriahkan dan menggaungkan perhelatan akbar Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang. Karena, beberapa daerah di Jawa Barat, akan menjadi titik tujuan serta dilalui rombongan obor (torch relay) Asian Games.

    Lokasi yang akan menjadi titik tujuan dan dilalui rombongan obor, antara lain Purwakarta (10-11 Agustus), Bandung (11-12 Agustus), Garut (12-13 Agustus), Cianjur (13-14 Agustus), juga Bogor (14-15 Agustus). Sedangkan venue Asian Games 2018 di Jawa Barat, yakni cabang olahraga sepak bola di Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung, cabor paragliding/paralayang di Gunung Mas Puncak Kabupaten Bogor, Kano Slalom di Majalengka, balap sepeda gunung di Subang, serta road race di Subang.

    Kepala Bagian Publikasi Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol Sekretariat Daerah Jawa Barat Azis Zulficar mengajak semua warga Jawa Barat, khususnya humas pemerintah daerah, agar berperan memeriahkan gelaran prestisius ini. “Selain menaikkan citra positif bangsa, ajang ini bisa menjadi momentum mengenalkan Jawa Barat ke dunia,” ujarnya dalam rapat koordinasi kehumasan se-Jawa Barat dengan tema “Asian Games Sebagai Peluang untuk Mengoptimalkan Branding Daerah”  di Marbella Suites, Kabupaten Bandung, Rabu, 1 Agustus 2018.

    Untuk itu, Azis mengajak semua pihak mengambil bagian dari sejarah. “Ini adalah peluang kita mengenalkan tempat, kuliner, dan budaya Jawa Barat ke kancah internasional. Minimal kita bisa posting segala sesuatu yang khas dari daerah masing-masing, yang dilekatkan pada Asian Games 2018 ini,” katanya.

    Sementara itu, Media and Public Relations Indonesia Asian Games Organizing Committee (INASGOC) Lucky Iskandar Mirza mengatakan Jawa Barat memiliki peran tak kalah besar dari Jakarta dan Palembang. Sebab, ada sembilan venue dan lima cabang olahraga yang digelar di Jawa Barat. “Bahkan cabang olahraga favorit, yaitu sepak bola, digelar di Jawa Barat,” ucapnya.

    “Atlet level dunia asal Asia juga akan ke Indonesia. Contohnya, Song Heung-min, pencetak gol Korea ke gawang Jerman dalam Piala Dunia kemarin, tercatat akan memperkuat timnas Korea ke Indonesia. Belum lagi, media-media asing akan masuk dan meliput di sini. Mata seluruh dunia akan tertuju ke Jakarta, Palembang, dan Jawa Barat,” ujarnya.

    Menurut Lucky, Asian Games adalah gelaran terbesar kedua setelah Olimpiade. Penyambutan atlet-atlet, official, supporter, dan media se-Asia dalam perhelatan Asian Games 2018 ini tentu tidak cukup hanya dengan spanduk. Keberadaan relawan menjadi ujung tombak penyambutan, agar memberikan kesan baik kepada tamu dari negara lain.

    Anggota Human Resource and Volunteer Department INASGOC Tara Talitha mengatakan tercatat 6.935 orang pendaftar berasal dari Jawa Barat. “Mereka inilah yang menjadi duta bangsa sekaligus duta Jawa Barat. Untuk itu, mereka dapat dibekali informasi juga oleh humas pemerintah daerah masing-masing agar dapat bercerita lebih banyak mengenai daerahnya,” katanya.  

    Kepala Bagian Humas, Protokol, dan Adminstrasi Kabupaten Sukabumi Risbandi mengatakan rakor ini sangat bermanfaat karena banyak pertanyaan teknis dan nonteknis terkait dengan penyelenggaraan Asian Games 2018 serta irisannya dengan tupoksi kehumasan. “Rakor ini juga memberikan solusi bagaimana kami dapat memanfaatkan momen Asian Games untuk mengangkat popularitas daerah,” ujarnya.

    rapat koordinasi kehumasan bersama kabupaten atau kota se-Jawa Barat 2018 ini menghadirkan narasumber dari Dinas Olahraga dan Kepemudaan Provinsi Jawa Barat, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, INASGOC, kuga akademisi Universitas Padjadjaran. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.