Sekjen PDIP Sempat Titip Pesan untuk SBY soal Koalisi Jokowi

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto berbicara kepada wartawan usai membuka acara lokakarya di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 9 Juli 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto berbicara kepada wartawan usai membuka acara lokakarya di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 9 Juli 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto mengaku pernah menitipkan pesan untuk Ketua Umun Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono ihwal kemungkinan berkoalisi dengan Jokowi. Pesan itu dititipkan Hasto kepada Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Agus Hermanto dalam kunjungan Agus ke kantor DPP PDIP beberapa saat lalu.

    Baca juga: Disebut Bakal Cawapres Jokowi, Maruf Amin: Bisa-bisanya Media

    Hasto menitipkan pesan, partainya akan mengikuti apa keputusan Presiden Joko Widodo soal bergabungnya Demokrat dalam koalisi.

    "Tolong sampaikan kepada Pak SBY, sekiranya Pak Jokowi memutuskan Demokrat bergabung ya kami ikuti keputusan Pak Jokowi itu," kata Hasto di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Rabu, 1 Agustus 2018.

    Hal ini disampaikan Hasto saat ditanya ihwal keputusan Partai Demokrat berkoalisi dengan Gerindra. Hasto tak menjawab lugas saat ditanya apakah PDIP kecewa atas keputusan itu, setelah sebelumnya juga berupaya membangun komunikasi dengan Demokrat.

    Komunikasi kedua partai ini ditandai dengan kedatangan Agus Hermanto pada Jumat, 13 Juli lalu. Ketika itu, Hasto mengatakan mereka membahas komitmen partai menguatkan demokrasi berbangsa dan bernegara. Selain itu, Hasto berujar bahwa dia dan Agus membicarakan hal-hal strategis terkait pemilihan presiden mendatang.

    Pertemuan itu bahkan disebut bakal ditindaklanjuti oleh Ketua Bidang Politik dan Keamanan DPP PDIP (nonaktif) Puan Maharani dan Ketua Komando Satuan Tugas Bersama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Namun, belakangan Agus justru dikritik sejumlah rekannya di Demokrat. Kedatangan Agus disebut bukan atas nama dan seizin partai.

    Hasto melanjutkan, dia tak mengetahui apakah pesan yang dia titipkan sudah disampaikan kepada SBY. Yang jelas, kata Hasto, dia menegaskan bahwa koalisi itu dipimpin oleh Jokowi. Hasto pun beranggapan tak seharusnya Demokrat membahas persoalan lain sebagai penghalang berkoalisi dengan Jokowi.

    "Saya sudah sampaikan, koalisi itu Pak Jokowi sebagai presiden. Dengan PAN, Golkar, PPP, terbukti enggak ada persoalan, jadi jangan dikait-kaitkan dengan yang lain," kata Hasto.

    Sebelumnya, SBY dalam konferensi pers di rumahnya mengungkapkan ada banyak kesulitan Demokrat berkoalisi dengan Jokowi. SBY menyebut renggangnya hubungan dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menjadi kendala koalisi itu.

    Baca juga: Empat Kriteria Cawapres Jokowi Menurut Indo Barometer

    Belakangan, SBY menyatakan berkoalisi dengan Gerindra di pilpres 2019. Kedua partai ini tampak intens menjalin komunikasi dengan Partai Amanat Nasional dan Partai Keadilan Sejahtera.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Google Doodle, Memperingati Chrisye Pelantun Lilin-Lilin Kecil

    Jika Anda sempat membuka mesin pencari Google pada 16 September 2019, di halaman utama muncul gambar seorang pria memetik gitar. Pria itu Chrisye.