Pergerakan Kubu Jokowi dan Prabowo Menjelang Pendaftaran Pilpres

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo santap malam bersama Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PPP Romahurmuziy, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang, Senin malam 23 Juli 2018. Foto/Biro Pers Setpres

    Presiden Joko Widodo santap malam bersama Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PPP Romahurmuziy, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang, Senin malam 23 Juli 2018. Foto/Biro Pers Setpres

    TEMPO.CO, Jakarta - Pendaftaran calon presiden dan wakil presiden bakal dimulai pada 4-10 Agustus 2018. Baik kubu inkumben Presiden Joko Widodo atau Jokowi maupun kubu Prabowo Subianto sebagai penantang terus melakukan komunikasi politik dengan partai pendukung masing-masing.

    Namun hingga hari ini, baik kubu Jokowi maupun kubu Prabowo belum ada yang terang-terangan membuka siapa calon wakil presidennya. Jokowi selalu menyebut nama calon wakil presidennya sudah ada di kantong.

    Baca juga: Pertemuan Jokowi dan Sekjen Partai Bahas Strategi Pemenangan

    Berikut pertemuan-pertemuan politik di kubu Jokowi dan Prabowo menjelang pendaftaran calon presiden dan calon wakil presiden disajikan dalam urutan waktu.

    1. Pertemuan Jokowi dengan Ketua Umum Partai Koalisi

    Jokowi menggelar pertemuan dengan ketua umum partai pendukungnya di Istana Bogor pada Senin 23 Juli 2018 malam.

    Sembilan ketua umum partai hadir di Istana Bogor. Merka dijamu sambil mencicipi beragam makanan seperti gurame goreng kipas, toge ikan asin, hingga minuman susu bandrek kelapa.

    PAN Bergabung dengan Koalisi Jokowi

    Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang mengatakan dari sejumlah nama cawapres Jokowi yang selama ini beredar sudah mengerucut pada satu nama. Tapi ia dan beberapa ketua umum partai lain tak mau menyebut siapa cawapres Jokowi itu.

    2. Ijtima Ulama GNPF

    Kelompok yang menamakan diri Gerakan Nasional Pengawal Fatwa atau GNPF menggelar Ijtima Ulama pada 29 Juli 2018. Hasil Ijtima Ulama merekomendasikan Prabowo sebagai calon presiden sedangkan calon wakil presidennya disebut dua nama yaitu Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri dan pendakwah Abdul Somad.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.