Fahri Hamzah: Abdul Somad Jangkar Umat Islam

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mendatangi Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, untuk melaporkan Presiden PKS Sohibul Imam pada Kamis, 8 Maret 2018. FOTO:TEMPO/Andita Rahma

    Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mendatangi Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, untuk melaporkan Presiden PKS Sohibul Imam pada Kamis, 8 Maret 2018. FOTO:TEMPO/Andita Rahma

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah menyatakan Abdul Somad menjadi jangkar umat Islam yang paling kuat untuk mendampingi Prabowo Subianto sebagai calon wakil presiden.

    Baca juga: Ditolak Ormas, Ceramah Ustad Abdul Somad di Semarang Tetap Jalan

    "Ustad Abdul Somad itu memang jangkar orang Islam yang paling kuat. Kuat dalam pengertian popularitasnya bisa menciptakan histeria di pemilih muslim khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Khususnya masyarakat Melayu," katanya setelah menyerahkan bantuan pimpinan dan anggota DPR bagi korban gempa di Lombok Timur, Rabu, 1 Agustus 2018.

    Forum Ijtima Ulama, yang digagas Gerakan Nasional Pengawal Fatwa, merekomendasikan ulama asal Riau itu menjadi calon wakil presiden (cawapres) mendampingi Prabowo dalam pemilihan presiden atau pilpres 2019.

    Namun, kata dia, persoalan apakah Abdul Somad mau menerima pinangan menjadi cawapres, hal itu terserah dirinya.

    "Itu terserah dia. Kalau dia menganggap harus menjadi jangkar itu, sanggup menjalankan amanah itu, ya, silakan," ujarnya.

    Fahri Hamzah mengembalikan lagi kepada kemampuan Abdul Somad untuk menjadi cawapres. "Tetapi sekali lagi, kembali kepada kemampuannya," ucapnya.

    Baca juga: Abdul Somad Cawapres Prabowo? Zulkifli Hasan: Kami Dekat

    Ia menyebutkan sebenarnya yang ditawarkan untuk menjadi cawapres untuk Prabowo ada sembilan orang.

    "Dari sembilan itu, memang ada jago-jagonya. Yang (popularitasnya) mendekati Ustad Abdul Somad itu. Yang menciptakan histeria di bawah itu, namanya Anis Matta," tuturnya.

    Namun Fahri Hamzah mengaku heran nama Anis Matta tidak dimasukkan ke ijtima ulama. "Itu yang aneh, namanya tidak dimasukkan dalam ijtima ulama," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.