Evakuasi Pendaki yang Terjebak Gempa Lombok Temui Titik Terang

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendaki Gunung Rinjani, yang sempat terjebak longsor akibat gempa bumi, tiba di Pos Bawaknao, Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Senin, 30 Juli 2018. Ratusan pendaki dievakuasi melalui jalur resmi Sembalun dengan melewati Bukit Pelawangan. ANTARA

    Pendaki Gunung Rinjani, yang sempat terjebak longsor akibat gempa bumi, tiba di Pos Bawaknao, Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Senin, 30 Juli 2018. Ratusan pendaki dievakuasi melalui jalur resmi Sembalun dengan melewati Bukit Pelawangan. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Mohammad Faizal, mengatakan upaya evakuasi pendaki Gunung Rinjani yang terjebak gempa Lombok pada Ahad, 29 Juli 2018, sudah menemui jalan terang. Ratusan pendaki dan porter yang masih terjebak sudah ditemukan oleh tim gabungan evakuasi.

    Beberapa di antaranya sudah ada yang turun dan sampai di bawah di Desa Bawak Enao, Lombok Timur. “Ada juga yang saat ini masih dalam proses evakuasi,” ujar Faizal, Senin, 30 Juli 2018.

    Baca:
    Pendaki Asal Malaysia Jadi Korban Tewas Gempa Lombok
    Gempa Lombok, Pemda NTB Catat Ada 500 KK Terdampak

    Menurut Faizal, sedikitnya 180 tim gabungan sudah bergerak menuju Bukit Pelawangan, Sembalun untuk mengevakuasi pendaki yang terjebak gempa Lombok sejak Ahad lalu. Tim yang terdiri dari Balai Taman Nasional Gunung Rinjani Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, TNI, Polri, hingga tenaga medis menyusuri dua jalur pendakian yaitu Bawak Nao dan Sajang 4, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur.

    Panglima Tentara Nasional Indonesia, Marsekal Hadi Tjahjanto, mengatakan telah mengirimkan prajurit komando pasukan khusus untuk membantu mengevakuasi para pendaki yang masih berada di gunung dengan ketinggian lebih dari 3.700 meter di atas permukaan laut itu. “Tadi pagi saya berangkatkan 142 pasukan untuk membantu wisatawan yang terjebak di Gunung Rinjani,” kata dia, Senin.

    Baca:
    BMKG: Peluruhan Gempa Lombok Berlangsung ...

    Menurut Hadi, 142 prajurit Kopassus itu di lokasi dibantu oleh Kepolisian dan Badan SAR Nasional untuk mempercepat evakausi pendaki. Ratusan personel Kopassus itu juga sudah dibekali perlengkapan seperti Radio Dicom-RF, alat kesehatan, kendaraan, dan bahan makanan selama evakuasi.

    Proses evakuasi pendaki yang terjebak gempa Lombok itu, kata Faizal, dibentuk menjadi tiga tim. Tim A yang terdiri dari Mapala tetap berada di Palawangan dan menyisir Bukit Palawangan menuju puncak Gunung Rinjani. Tim B yaitu Basarnas, TNI, Polri, dan Taman Nasional Gunung Rinjani, menuju lokasi berkumpulnya pendaki di Danai Segara Anak untuk mengevakuasi. Adapun Tim C, kata dia, bertugas mengevakuasi jika ada korban meninggal.

    Simak: Gempa Lombok, Malaysia Tawarkan Bantuan ...

    SYAFIUL HADI | ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.