KLHK Prioritaskan Evakuasi Pendaki yang Terjebak Gempa Lombok

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga korban gempa berada di pengungsian di lapangan Desa Sajang, Kecamatan Sembalun, Selong, Lombok Timur, NTB, Minggu, 29 Juli 2018. Menurut data stasiun Geofisika BMKG Mataram telah terjadi sebanyak 145 kali gempa susulan hingga terakhir pada pukul 17:45:04 Wita dengan magnitude 3.1. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

    Warga korban gempa berada di pengungsian di lapangan Desa Sajang, Kecamatan Sembalun, Selong, Lombok Timur, NTB, Minggu, 29 Juli 2018. Menurut data stasiun Geofisika BMKG Mataram telah terjadi sebanyak 145 kali gempa susulan hingga terakhir pada pukul 17:45:04 Wita dengan magnitude 3.1. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memprioritaskan evakuasi terhadap seluruh pendaki yang terjebak di Taman Nasional Gunung Rinjani saat gempa Lombok melanda kawasan itu pada Ahad, 29 Juli 2018. "Bila perlu helikopter kita pakai dulu untuk evakuasi ataupun drop logistik bagi pendaki yang masih terjebak," kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Senin, 30 Juli 2018.

    Hingga Senin dinihari, jumlah pendaki Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) yang diperkirakan naik ke jalur pendakian sesuai daftar pengunjung adalah 820 orang. Dengan rincian yang naik pada 27 Juli sebanyak 448 orang dan 28 Juli sebanyak 372 orang.

    Baca:
    Pendaki Asal Malaysia Jadi Korban Tewas Gempa Lombok
    BMKG: Peluruhan Gempa Lombok Berlangsung Hingga Beberapa Pekan

    Jumlah ini masih bisa bertambah termasuk porter serta tamu yang naik pada 25 dan 26 Juli. Pengunjung yang sudah terdaftar turun sampai Ahad, 29 Juli sebanyak 680 orang. Saat ini masih ada yang terjebak di jalur pendakian. Mereka berada di dua titik yaitu di jalur Sembalun dan Batu Ceper.

    Hingga Senin, menurut Menteri, evakuasi terus dilakukan dengan melibatkan TNI, Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala), tim TNGR dan pihak terkait lainnya. Personel Kopassus 100 orang dan heli dari Kodam Udayana membantu membagikan logistik untuk pendaki yang terjebak di danau akibat gempa Lombok. "Kami juga membuka posko di kantor Balai, sebagai tempat informasi bagi keluarga," kata Siti . 

    Baca:
    Jokowi Kunjungi Lokasi Pengungsian Gempa ...
    Gempa Lombok, PVMBG Kirim Tim Tanggap ...

    Pusat gempa Lombok berada di koordinat 8,4 lintang selatan dan 116,5 bujur timur atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 47 kilometer arah timur laut Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Ahad pukul 05.47.

    Taman Nasional Gunung Rinjani merupakan salah satu kawasan pendakian terpopuler bagi para pendaki dan pecinta alam, baik dari dalam maupun luar negeri. Dengan ketinggian 3.726 meter di atas permukaan laut, lokasi ini terkenal dengan keasrian hutan dan keindahan alamnya.

    Simak: Soal Gempa Lombok dan 18 Pendaki Gunung ...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.