Resmikan Pesantren Internasional, Jokowi: Jaga Ukhuwah Islamiyah

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo alias Jokowi berada di tengah warga saat mengikuti Jalan Sehat Sahabat Rakyat Indonesia di Makassar, Sulawesi Selatan, Ahad, 29 Juli 2018. Kegiatan itu juga turut dihadiri 17 gubernur dari seluruh Indonesia, di antaranya Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar Parawansa, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. ANTARA.

    Presiden Joko Widodo alias Jokowi berada di tengah warga saat mengikuti Jalan Sehat Sahabat Rakyat Indonesia di Makassar, Sulawesi Selatan, Ahad, 29 Juli 2018. Kegiatan itu juga turut dihadiri 17 gubernur dari seluruh Indonesia, di antaranya Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar Parawansa, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. ANTARA.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meresmikan fasilitas Pesantren Modern Internasional Dea Malela dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Sumbawa Besar, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Ahad, 29 Juli 2018. Jokowi memuji keindahan tata letak pondok pesantren yang berdiri di kawasan pegunungan dan perbukitan tersebut.

    Baca: Sarikat Buruh NU Dukung Jokowi-Cak Imin di Pilpres 2019

    "Saya melihat dari atas, gedung-gedungnya sangat tertata, tata ruangnya sangat bagus dengan kontur-kontur naik dan turun, di depannya ada gunung yang menjulang indah, kanan-kiri ada perbukitan," kata Jokowi dalam keterangan pers Sekretariat Kepresidenan, Senin, 30 Juli 2018.

    Jokowi meyakini dengan hadirnya beragam fasilitas penunjang tersebut Pesantren Modern Internasional Dea Malela akan menjadi pusat pendidikan Islam yang unggul di Tanah Air dan juga dunia internasional. "Jadi kalau tadi disampaikan oleh Prof. Din Syamsuddin bahwa ini akan menjadi kampus internasional, insya Allah bukan sesuatu mimpi tetapi akan menjadi sebuah kenyataan," ucapnya.

    Pesantren Internasional Dea Malela ini mempunyai 272 santri nasional dan internasional. Terdiri dari 117 santriwati dan 151 santriwan. Dari Jumlah tersebut ada santri yang berasal dari luar negeri, antara lain dari Thailand 16 orang, Kamboja 9 orang, Timor Leste 8 orang, dan Rusia 2 orang.

    Simak juga: Pesan Jokowi ke Lulusan IPDN: Kalau Jadi ASN Jangan Korupsi

    Selain itu, Jokowi mengajak masyarakat yang hadir untuk bersama-sama memelihara anugerah keberagaman yang dimiliki negara Indonesia. Hal ini penting guna menjaga aset terbesar bangsa Indonesia, yakni persatuan, kerukunan, dan persaudaraan yang terjalin kuat antarmasyarakat. "Saya mengajak semuanya untuk terus memelihara dan merawat ukhuwah Islamiyah, merawat dan menjaga ukhuwah wathoniyah, karena itu bersama," kata Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.