Selasa, 17 September 2019

Gempa Lombok, Jalur Pendakian Gunung Rinjani Diduga Longsor

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga korban gempa mendapatkan perawatan di luar Puskesmas Sembalun Selong, Lombok Timur, NTB, Ahad, 29 Juli 2018.  ANTARA

    Warga korban gempa mendapatkan perawatan di luar Puskesmas Sembalun Selong, Lombok Timur, NTB, Ahad, 29 Juli 2018. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), Nusa Tenggara Barat NTB, menutup sementara jalur pendakian Gunung Rinjani karena diduga terjadi longsor akibat gempa bumi 6,4 pada Skala Richter (SR) yang menggunjang Lombok, Bali,dan Sumbawa pada Ahad, 29 Juli 2018 pagi.

    Baca: Tiga Orang Tewas dalam Gempa Lombok

    "Infomasi dari petugas terlihat debu dari arah pelawangan, diduga akibat longsor di jalur pendakian Sangkareang," kata Kepala BTNGR Sudiyono, ketika dihubungi oleh Antara, Ahad, 29 Juli 2018. Dia mengatakan seluruh pendaki yang sudah berada di atas pegunungan diminta untuk tidak bergerak karena masih terjadi beberapa kali gempa susulan. Hal itu berpotensi menimbulkan longsoran yang membahayakan keselamatan.

    Dari informasi petugas BTNGR Resort Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, jumlah pendaki yang naik gunung sejak Jumat (27/7) sebanyak 788 orang. Sedangkan yang terdata di Resort Senaru, kabupaten Lombok Utara, hanya 38 orang, termasuk pemandu wisata gunung. "Kami masih memantau perkembangan di dalam kawasan. Kami belum melakukan evakuasi sampai situasi stabil," kata sudiyono.

    Ia mengatakan jalur pendakian akan dibuka kembali setelah situasi aman dan tidak membahayakan keselamatan jiwa wisatawan. Informasi yang diperoleh dari petugas BTNGR Resort Sembalun, gempa bumi juga merusak rumah penduduk dan bangunan kantor, termasuk kantor Pos Sembalun, dan Puskesmas Sembalun. Beberapa orang warga dilaporkan mengalami luka-luka.

    Gempa tersebut dirasakan di daerah Lombok Utara, Lombok Timur, Mataram, Lombok Tengah, Sumbawa Barat, Sumbawa Besar, Denpasar, Kuta, Nusa Dua, Karangasem, Singaraja, Gianyar dan beberapa wilayah di Bali. Sementara itu, BMKG mengimbau agar masyarakat tetap tenang. BMKG menjamin gempa yang terjadi saat ini tidak berpotensi tsunami.

    Baca: Gempa Bali dan Gempa Lombok, BMKG Imbau Warga Tak Terpengaruh Hoax

    Hasil analisis sementara Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan pusat Gempa Lombok dan Gempa Bali tersebut pada koordinat 8,26 lintas selatan, dan 116,55 bujur timur. Lokasi gempa terjadi di regional Sumbawa pada kedalaman 10 kilometer.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Google Doodle, Memperingati Chrisye Pelantun Lilin-Lilin Kecil

    Jika Anda sempat membuka mesin pencari Google pada 16 September 2019, di halaman utama muncul gambar seorang pria memetik gitar. Pria itu Chrisye.