Oesman Sapta Ajak Karateka KKI Memahami Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta memberi pengantar kepada ratusan kader karateka Kushin Ryu Karate Do Indonesia (KKI) Sumatera Selatan mengikuti Sosialisasi Empat Pilar MPR di Gedung Trisila, Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu, 28 Juli 2018.

    Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta memberi pengantar kepada ratusan kader karateka Kushin Ryu Karate Do Indonesia (KKI) Sumatera Selatan mengikuti Sosialisasi Empat Pilar MPR di Gedung Trisila, Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu, 28 Juli 2018.

    INFO NASIONAL - Ratusan kader karateka Kushin Ryu Karate Do Indonesia (KKI) Sumatera Selatan mengikuti Sosialisasi Empat Pilar MPR di Gedung Trisila, Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu, 28 Juli 2018. Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta memberi pengantar sekaligus membuka sosialisasi kerja sama MPR dan KKI Sumsel ini. Hadir sebagai narasumber Bambang Sadono (Ketua Kelompok DPD dan Ketua Badan Pengkajian MPR).

    Dalam pengantarnya, Oesman Sapta mengajak karateka KKI untuk memahami kehidupan berbangsa dan bernegara. Ajakan ini merupakan tugas dan kewajiban pimpinan MPR dalam menyampaikan Sosialisasi Empat Pilar MPR (Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika). "Saya mengajak kader karateka untuk memahami berbangsa dan bernegara. Saya sebagai  Wakil Ketua MPR wajib menyampaikan Sosialisasi Empat Pilar (Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika). Saudara wajib mencintai Pancasila," katanya.

    Menurut Oesman Sapta, KKI adalah cabang dunia karate dari Jepang. Meskipun berasal dari Jepang, kata Oesman Sapta, bukan berarti harus mengikuti Jepang. "Di dalam dada kader karateka Indonesia tertanam rasa memiliki Merah Putih dan kebangsaan," kata Oesman yang juga Ketua Umum KKI.

    Oesman menyebutkan, menjadi karateka merupakan pilihan sebagai bagian untuk mendorong kemampuan Indonesia melalui olahraga. "Dalam setiap jiwa raga, karateka tetap jiwa raga Indonesia. Tetap jiwa raga Empat Pilar," ujar Oesman.

    Dia menceritakan, pada usia 16 tahun sudah menjadi karateka. Dan, pada usia 18 tahun sudah menjadi pengurus KKI. "Kini setelah 52 tahun bergelut dalam dunia karate, saya sudah menjadi tokoh nasional. Padahal saya bukanlah siapa-siapa," ujarnya.

    "Karateka sudah menjadi bagian dari hidup saya. Waktu itu untuk latihan numpang di sekolah atau lainnya. Sehingga saya bercita-cita bila nanti menjadi orang sukses akan mendirikan  Dojo terbesar di Indonesia. Dan empat tahun yang lalu saya sudah mendirikan Dojo terbesar di dunia di Bekasi. Itulah milik KKI,” katanya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.