Minggu, 22 September 2019

Fahri Hamzah dan Anggota Komisi III DPR Kunjungi Lapas Sukamiskin

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menjawab pertanyaan media sebelum menjalani pemeriksaan lanjutan di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa, 17 Juli 2018. Fahri melaporkan Presiden PKS Sohibul Iman atas dugaan pencemaran nama baik. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menjawab pertanyaan media sebelum menjalani pemeriksaan lanjutan di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa, 17 Juli 2018. Fahri melaporkan Presiden PKS Sohibul Iman atas dugaan pencemaran nama baik. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Bandung - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah bersama sejumlah anggota Komisi III DPR menyambangi Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin di Bandung. “Saya bersama teman-teman Komisi III datang ke sini melihat apa yang ada di Lapas Sukamiskin,” kata dia, Sabtu, 28 Juli 2018.

    Baca: Geledah Kamar Wawan di Lapas Sukamiskin, KPK Angkut Dokumen Ini

    Fahri bersama anggota Komisi Hukum DPR, di antaranya adalah Agun Gunandjar Sudarsa, M. Toha, Masinton Pasaribu. Tiba di lapas sekitar pukul 11.00, mereka baru keluar di atas pukul 15.00.

    Fahri mengaku sempat blusukan saat berada di dalam Lapas Sukamiskin, salah satunya mengecek saung yang dibangun di lapangan kosong di dalam lapas. "Sudah dibongkar," katanya.

    Baca: Pasca-OTT di Lapas Sukamiskin, Saung-saung pun Dirobohkan

    Menurut dia, pembangunan saung atas inisiatif penghuni lapas itu digunakan untuk menerima tamu. Kini, kata dia, setelah saung-saung yang dibangun oleh napi itu dibongkar, mereka menerima keluarga dan tamu di lorong-lorong. "Tadi saya lihat di bawah sana. Mereka terima tamu dan keluarga di karpet-karpet, lorong-lorong," tuturnya.

    Setya Novanto, meninggalkan Rumah Tahanan Kelas 1 Cabang KPK, di gedung KPK, Jakarta, 4 Mei 2018. Pemindahan Setya Novanto ke LP Sukamiskin, setelah Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi menghukum Setya 15 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider tiga bulan kurungan serta mencabut hak politiknya selama lima tahun setelah menjalani masa hukuman. TEMPO/Imam Sukamto

    Fahri mengaku sempat menemui napi korupsi yang kini menghuni Lapas Sukamiskin. "Tadi ke tempat Setya Novanto, Jero Wacik. Ke tempat Nazaruddin tapi dikunci," kata dia.

    Baca: Pernah Dihuni Soekarno, Lapas Sukamiskin Kini Tempat Napi Korupsi

    Ia mengungkapkan alasannya ingin bertemu dengan Nazaruddin. "Saya pengin sebenarnya interogasi Nazaruddin, enggak sempat. Mau tanya, apa sih yang dia pikirkan selama ini dan seterusnya. Saya ingin mendalami itu," ujarnya.

    Saat masuk ke sel nomor 29, sel tempat Setya Novanto, Fahri sempat melihat ada stok obat mantan Ketua Umum Golkar. "Saya lihat obatnya itu ada 30 kotak, setiap tanggal ada obatnya. Saya enggak sempat ngomong banyak, cuma ketemu sebentar," katanya.

    Baca juga: 6 Napi Ini Pernah Kepergok Pelesiran di Luar Lapas Sukamiskin

    Adapun Agun Gunanjar memilih tak berkomentar saat ditanya wartawan seusai berkunjung ke Lapas Sukamiskin. Ia juga enggan menjawab saat ditanya soal napi yang dia temui di dalam lapas. "Saya enggak ngomong soal itu. Enggak penting. Anda tanya saja sendiri," ujarnya, Sabtu, 28 Juli 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe