KBRI Pulangkan TKW yang 15 Tahun Ditahan Majikan di Yordania

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang Buruh Migran Wanita berada di penampungan Tenaga Kerja Indonesia di KBRI, Kuala Lumpur, Malaysia, 30 Juni 2016. Berbekal pendidikan dan pengalaman kerja yang minim membuat sejumlah pekerja wanita yang mengadu nasib ke Malaysia terlantar, bahkan banyak yang mengalami tindak kekerasan dan ujungnya menjadi korban perdagangan wanita di negeri Jiran tersebut. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    Seorang Buruh Migran Wanita berada di penampungan Tenaga Kerja Indonesia di KBRI, Kuala Lumpur, Malaysia, 30 Juni 2016. Berbekal pendidikan dan pengalaman kerja yang minim membuat sejumlah pekerja wanita yang mengadu nasib ke Malaysia terlantar, bahkan banyak yang mengalami tindak kekerasan dan ujungnya menjadi korban perdagangan wanita di negeri Jiran tersebut. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta-Pemerintah akan memulangkan Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Amman, Yordania setelah 15 tahun ditahan oleh majikannya. TKW bernama Sarisih, 42 tahun, saat ini telah berada di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Amman.

    "Kami akan segera memulangkan Ibu Sarisih kepada keluarganya," ujar Duta Besar RI untuk Kerajaan Yordania Andy Rachmianto dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Sabtu, 28 Juli 2018.

    Baca: Segera Pulang, TKI Suami-Istri Bebas dari Hukuman Mati

    Andy menuturkan penelusuran keberadaan Sarisih bermula dari laporan yang diterima Presiden Joko Widodo dari anak Sarasih, Ferdina Nur Fitria, 21 tahun. Ferdina berkirim surat ke pemerintah untuk mengembalikan ibunya yang sudah tak pulang selama 15 tahun. "Berdasarkan pengaduan tersebut, KBRI Amman langsung melakukan upaya pencarian berbekal informasi yang sangat minimal," kata Andy.

    Menurut Andy, KBRI Amman langsung melapor ke Kepolisian Yordania. Selain itu, kata dia, pihaknya juga menghubungi kelompok masyarakat Indonesia Yordania dan berbagai instansi untuk mencari informasi tentang Sarasih. "Berbagai instansi di Indonesia yang mungkin menyimpan informasi mengenai keberadaan Sarisih ditelusuri," ucapnya.

    Simak: TKI Nurkoyah Bebas dari Hukuman Mati, Akan Gugat Balik

    Dalam pencarian Sarasih, kata Andy, KBRI Amman mulai menelusuri Kota Aqaba yang terletak sekitar 450 kilometer dari Amman. KBRI Amman akhirnya menemukan Sarasih di daerah Swefieh, sekitaran Amman. "Setelah penelusuran panjang, akhirnya pada minggu ketiga bulan Juli 2018 (ditemukan)," tuturnya.

    Setelah menemukan lokasi, KBRI Amman kemudian menjalin komunikasi ke Sarasih dan majikannya. Pada awalnya, sang majikan menolak memberikan akses ke Sarasih. "Tim akhirnya berhasil memaksa majikan untuk membawa Sarisih ke KBRI Amman," kata Andy.

    Sarasih pertama kali tiba di Yordania pada 2003. Perempuan 42 tahun itu tak pernah dibuatkan izin tinggal oleh majikannya. Setelah masa berlaku paspornya berakhir pada 2008, majikannya juga tidak pernah mengajukan pembuatan paspor baru.

    Lihat: TKI dari Yogyakarta Nyaris Jadi Korban Kebakaran Hutan di Yunani

    Sarasih mengaku tidak pernah berkontak dengan KBRI Amman sejak tiba di Yordania. Dia mengatakan selalu diancam majikannya jika mengutarakan keinginan untuk ke KBRI. "Sejak dulu saya ingin pulang tapi ditahan majikan," kata dia saat ditemui Andy di KBRI.

    Andy menuturkan KBRI Amman akan segera mengurus kepulangan TKW Sarasih ke Indonesia. Tim akan menyiapkan segala kebutuhan dan persyaratan. "Kami akan pastikan terlebih dahulu semua hak-haknya terpenuhi," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.