Sabtu, 22 September 2018

Pidato di Ijtima Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Jadi Alat Perubahan

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (dari kiri) Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan, dan Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera Salim Segaf Al-Jufri menghadiri acara Ijtima' Ulama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa di Hotel Menara Peninsula, Jakarta, Jumat, 27 Juli 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    (dari kiri) Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan, dan Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera Salim Segaf Al-Jufri menghadiri acara Ijtima' Ulama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa di Hotel Menara Peninsula, Jakarta, Jumat, 27 Juli 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta-Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengaku grogi saat berbicara di forum Ijtima' Ulama yang diselenggarakan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) di Hotel Menara Peninsula, Jakarta, Jumat 27 Juli 2018.

    Prabowo beralasan tak terbiasa bicara di depan ulama. "Saya agak grogi sore hari ini. Biasanya saya bicara dengan TNI, purnawirawan, agak grogi juga lihat banyak putih-putih semua ini," kata Prabowo.

    Baca: Ijtima GNPF Ulama Berharap 5 Partai Deklarasikan Koalisi Keumatan

    Prabowo menuturkan dia bukan orang yang berasal atau dibesarkan di lingkungan pesantren. Dia pun mengakui bahwa ilmu agama Islam yang dikuasai barangkali kurang. "Tapi sejak muda saya orang Islam, saya Muslim," kata mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus ini.

    Prabowo menghadiri acara Ijtima' Ulama yang digelar untuk mendorong terbentuknya Koalisi Keumatan. Kelompok ulama yang dipimpin oleh Rizieq Shihab ini mendorong Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Amanat Nasional, Partai Bulan Bintang, dan Partai Berkarya bergabung dan membentuk koalisi untuk menandingi Joko Widodo sebagai calon presiden inkumben.

    Hadir mengenakan kemeja safari yang khas dia gunakan, Prabowo menyampaikan pidato selama sekitar 25 menit. Dalam pidatonya, Prabowo memaparkan soal kondisi perekonomian dan pentingnya pergantian pemerintahan yang kini dijalankan Joko Widodo dan Jusuf Kalla.

    Simak: Lima Pimpinan Parpol Hadiri Ijtima GNPF untuk Usung Capres 2019

    Di akhir pidatonya, Prabowo menyatakan dirinya siap menjadi alat perubahan yang dia paparkan. "Saya siap menjadi alat perubahan. Saya siap menjadi alat umat dan rakyat Indonesia," kata Prabowo.

    Prabowo 
    berujar dia dan Gerindra siap mengerahkan segala kekuatan dan berkomitmen berjuang untuk kepentingan bangsa, rakyat, dan umat. Kendati begitu, Prabowo mengaku tak akan memaksakan jika ada tokoh lain yang direkomendasikan umat untuk menjadi pemimpin. "Tapi kalau saya tidak dibutuhkan dan ada orang lain yang lebih baik, saya siap mendukung kepentingan umat dan rakyat Indonesia," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Richard Muljadi Ditangkap Ketika Menghirup Kokain, Ini Bahayanya

    Richard Muljadi ditangkap polisi ketika menghirup kokain, narkotika asal Kolombia yang digemari pemakainya karena menyebabkan rasa gembira.