Jokowi Lantik 1.456 Pamong Praja Muda Baru

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat M Iriawan mendampingi Presiden Joko Widodo secara resmi melantik 1.456 Pamong Praja Muda Institut Pemerintahan Daerah Negeri (IPDN) Angkatan XXV Tahun 2018, di Kampus IPDN Jatinangor Sumedang, Jawa Barat, Jumat, 27 Juli 2018. (dok Pemprov Jabar)

    Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat M Iriawan mendampingi Presiden Joko Widodo secara resmi melantik 1.456 Pamong Praja Muda Institut Pemerintahan Daerah Negeri (IPDN) Angkatan XXV Tahun 2018, di Kampus IPDN Jatinangor Sumedang, Jawa Barat, Jumat, 27 Juli 2018. (dok Pemprov Jabar)

    INFO JABAR-- Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat M Iriawan mendampingi Presiden RI Joko Widodo secara resmi melantik 1.456 Pamong Praja Muda Institut Pemerintahan Daerah Negeri (IPDN) Angkatan XXV Tahun 2018, di Kampus IPDN Jatinangor Sumedang, Jumat, 27 Juli 2018. Turut hadir mendampingi Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

    Pelantikan ditandai dengan pengalungan penghargaan kepada lulusan terbaik oleh Presiden Jokowi. Penghargaan Kartika Astha Brata kepada lulusan terbaik Program Diploma IV angkatan tahun 2018, Puspita Dewi Pratiwi Fitrah asal Sulawesi Selatan; Kartika Pradniya Utama kepada lulusan terbaik Program Sarjana angkatan tahun 2018, Adnan Handaru Anpio Tikoto asal Lampung.

    Tahun ini, ke-1.456 Pamong Praja Muda yang dilantik terdiri dari 992 lulusan putra dan 364 lulusan putri, dengan rincian Program D IV sebanyak 1.241 praja dan Program S1 sebanyak 215 praja.

    Dalam arahannya, Presiden Jokowi mengatakan, bahwa pelantikan ini bukan semata-mata hanya sebuah kenaikan status, melainkan juga sebuah peneguhan kewajiban dan tanggung jawab para praja. Baginya, pamong praja adalah abdi bangsa yang menjaga Pancasila, serta agen yang akan meningkatkan dan mendorong kesejahteraan seluruh rakyat.

    "Tangan kalianlah yang akan menjalankan adaptasi dan reformasi. Hati kalianlah yang akan merawat kedekatan dengan rakyat, yang melayani rakyat. Tekad kalianlah yang akan memperkokoh Pancasila, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika," ujar Jokowi. di Kampus IPDN, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Jumat, 27 Juli 2018.

    Jokowi berpesan kepada seluruh praja muda untuk selalu menunjukkan integritas dan loyalitas pada masyarakat, bangsa dan negara. Ia juga inginkan para praja mampu unjuk kecerdasan, kecepatan, dan ketangkasan dalam menghadapi permasalahan sosial masyarakat di tengah perubahan-perubahan zaman.

    "Teruslah belajar mengikuti perkembangan zaman, jaga integritasmu sebagai pelayan masyarakat, jaga kehormatan mu sebagai abdi negara," ucap Jokowi.

    "Buatlah orangtuamu bangga, buatlah Indonesia maju dan berjaya. Indonesia menunggu darma bakti mu," kata Jokowi melanjutkan.

    Sementara itu,  Kemendagri, Tjahjo Kumolo mengatakan bahwa seluruh Praja Muda yang dilantik adalah putra-putri terbaik dari seluruh Indonesia. Mereka diwisuda setelah menjalani  pendididikan selama  4 tahun dengan sistem Pengajaran, Pelatihan, dan Pengasuhan (Jarlatsuh), dan nantinya akan ditempatkan di daerah penugasannya dengan sistem cross provinsi.

    "Para lulusan IPDN adalah aparatur perekat NKRI. Para lulusan IPDN angkatan XXV akan ditempatkan di daerah penugasan dengan sistem cross provinsi, ini sesuai arahan Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla," kata Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Selama menjalani pendidikan di kampus pamong praja, kata Tjahjo, mereka telah dibekali ilmu dan teori kepemerintahan dan pembentukan mental kepribadian.

    Tidak hanya itu, para lulusan IPDN angkatan XXV, juga dibekali dengan materi revolusi mental. Seperti diketahui, kampus IPDN telah ditetapkan sebagai kampus penggerak revolusi mental. Jadi lulusan IPDN tak lain adalah  kader penggerak revolusi mental.

    Tjahjo pun berharap, sebagai kader penggerak revolusi mental, para lulusan IPDN bisa menjabarkan program Nawa Cita dan Trisakti.

    "Mereka juga telah bekerjasama dengan TNI dan Polri serta seluruh komponen bangsa untuk membangun bangsa dan negara melalui Ideologi Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan penjaga keutuhan NKRI," ujarnya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe