GNPF Gelar Ijtima, Dorong Koalisi Keumatan

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua GNPF MUI Bachtiar Nasir, Ketua Umum MUI Maaruf Amin, Sekjen FPI Sobri Lubis, dan Wakil Ktua GNPF MUI Zaitun Rasmin dalam acara konferensi pers Aksi Bela Palestina di AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta Selatan, 16 Desember 2017. Tempo/Zara Amelia

    Ketua GNPF MUI Bachtiar Nasir, Ketua Umum MUI Maaruf Amin, Sekjen FPI Sobri Lubis, dan Wakil Ktua GNPF MUI Zaitun Rasmin dalam acara konferensi pers Aksi Bela Palestina di AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta Selatan, 16 Desember 2017. Tempo/Zara Amelia

    TEMPO.CO, Jakarta - Gerakan Nasional Pengawal Fatwa atau GNPF menggelar Ijtima' Ulama yang berlangsung sejak 27 hingga 29 Juli 2019. Ketua GNPF sekaligus penanggung jawab acara Yusuf Muhammad Martak mengatakan pertemuan ulama ini bertujuan menjadi forum menyampaikan aspirasi umat ihwal koalisi keumatan untuk pemilihan presiden 2019.

    Baca juga: Yusril: Saya Negosiator Rekonsiliasi GNPF MUI dengan Pemerintah

    Yusuf menyampaikan, acara pertemuan ulama ini juga akan menghadirkan tokoh dan pimpinan dari lima partai politik, yakni Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Bulan Bintang, dan Partai Berkarya. Pertemuan ulama hari ini juga sekaligus menindaklanjuti diskusi para ulama dengan pimpinan-pimpinan partai politik itu sebelumnya.

    "Kami harapkan di internal mereka membahas hasil kunjungan koalisi keumatan dan kebangsaan agar bisa menimbulkan satu konklusi hingga bisa ditingkatkan terbentuknya koalisi dan deklarasi," kata Yusuf di Hotel Menara Peninsula, Jakarta, Jumat, 27 Juli 2018.

    Baca juga: GNPF MUI Minta Rekonsiliasi, Djarot: Kok Aneh, Kami Enggak...

    Yusuf mengatakan, pimpinan lima partai politik tersebut akan menyampaikan pidato di forum malam ini. Acara juga akan dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Beberapa tokoh yang akan hadir yakni Prabowo Subianto, Amien Rais, Zulkifli Hasan, Salim Segaf Al-Jufri, dan lain sebagainya.

    Yusuf berujar pertemuan GNPF ini tak harus berakhir dengan deklarasi capres dan cawapres 2019. Yang jelas, kata dia, para ulama akan memberikan rekomendasi capres dan cawapres untuk diusung kelima partai tersebut di pilpres 2019.

    "Penentuan siapa capres cawapres bisa dideklarasikan setelah Ijtima' tak masalah tapi paling tidak arah tujuan koalisi keumatan dan kebangsaan sudah bisa dideklarasikan," kata dia.

    Baca juga: Menteri Lukman Ceritakan Pertemuan GNPF MUI dan Presiden Jokowi

    Yusuf menambahkan, acara pertemuan ulama ini akan dibuka oleh pimpinan Front Pembela Islam Rizieq Shihab melalui teleconference dari Mekah, Arab Saudi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.