Adiknya Kena OTT KPK, Zulkifli Hasan: Ini Pil Pahit

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua MPR Zulkifli Hasan saat menghadiri Silaturahmi Syawal 1439 H di Kantor Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Jakarta, 12 Juli 2018.

    Ketua MPR Zulkifli Hasan saat menghadiri Silaturahmi Syawal 1439 H di Kantor Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Jakarta, 12 Juli 2018.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan meminta maaf kepada masyarakat Kabupaten Lampung Selatan. Sebab, adiknya, Zainudin Hasan, yang merupakan Bupati Lampung Selatan, tertangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam serangkaian operasi tangkap tangan atau OTT Bupati Lampung Selatan.

    Baca: KPK Benarkan OTT Bupati Lampung Selatan, Adik Zulkifli Hasan

    "Sebagai kakak, saya memohon maaf kepada masyarakat Lampung Selatan khususnya dan seluruh masyarakat Lampung atas apa yang terjadi," kata Zulkifli melalui keterangan tertulis pada Jumat, 27 Juli 2018.

    Zulkifli mengatakan peristiwa itu menjadi musibah dan ujian bagi keluarganya. Ia mengatakan sejak kecil dia dan Zainudin sama-sama dididik untuk bekerja keras dan berbuat jujur.

    Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat ini melanjutkan, dia menyerahkan seluruh proses hukum kepada KPK. Zulkifli pun meminta adiknya kooperatif menjalani proses hukum. "Peristiwa ini adalah pil pahit yang harus ditelan. Pemberantasan korupsi harus tetap berjalan dan hukum harus ditegakkan tidak pandang bulu. Demi Indonesia yang maju," kata Zulkifli Hasan.

    Baca: OTT Bupati Lampung Selatan, Benini Karir Politiknya

    KPK menangkap Zainudin Hasan bersama 12 orang lainnya. Dalam OTT Bupati Lampung Selatan ini, KPK menyita uang Rp 700 juta. KPK menduga uang tersebut adalah suap terkait dengan proyek infrastruktur.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.