Pimpinan KPK: Kembalinya Novel Baswedan Menjadi Semangat Baru

Penyidik KPK Novel Baswedan, dengan kondisi mata kirinya yang rusak memberikan keterangan kepada awak media seusai membacakan laporan pertanggungjawaban dalam musyawarah umum anggota Wadah Pegawai KPK, di gedung KPK, Jakarta, 3 Mei 2018. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mulai berkantor lagi hari ini, Jumat, 27 Juli 2018. Sejumlah pimpinan dan mantan ketua lembaga antikorupsi itu serta ratusan karyawan KPK menyambut kedatangan Novel.

Baca: Novel Baswedan Lihat Pelaku Penyiramnya Kembali Datangi Rumahnya

"Hari ini, salah satu penyidik kami, Novel Baswedan kembali masuk bekerja," kata ketua KPK, Agus Rahardjo, Jumat 27 Juli 2018. Novel datang pukul 09.13 WIB, turun dari mobil, penyidik perkara korupsi e-KTP itu menuju ke arah panggung kecil di pintu masuk KPK yang sudah disiapkan untuk penyambutannya.

Di sana, pimpinan dan mantan pimpinan KPK, Agus, Saut Situmorang, Abraham Samad, Bambang Widjojanto dan karyawan KPK lainnya sudah menunggu. Mereka silih berganti memberikan pelukan dan ucapan selamat datang kepada Novel.

Menurut Agus, dengan kembalinya Novel menjadi semangat baru bagi KPK untuk tetap bekerja dan memberantas korupsi. "Selamat datang, selamat kembali bertugas," ujarnya. Agus menyebutkan, Novel akan kembali menempati posisi sebagai penyidik. Dia menegaskan Novel tidak akan dimutasi ke posisi lain.

Hal yang sama disampaikan oleh mantan pimpinan KPK, Abraham Samad untuk mendukung Novel tetap bekerja sebagai penyidik. "Jangan dimutasi," ujarnya.

Simak juga: Novel Baswedan dan Cerita Soal Jenderal.

Novel Baswedan bersyukur bisa kembali masuk bekerja, dia pun akan menjalani dengan maksimal. "Saya bersyukur bisa kembali bekerja, saya akan melakukan apa yang saya bisa," ujarnya.

Sudah setahun lewat sejak Novel diserang oang tak dikenal pada April 2017. Novel disiram menggunakan air keras seusai salat Subuh di Masjid Al-Ihsan. Namun, hingga kini polisi belum juga menangkap pelaku penyerangan tersebut. Padahal sejumlah saksi mata dan rekaman kamera pengawas sudah jelas menangkap gelagat mencurigakan beberapa orang yang berkeliaran di sekitar rumah Novel.

Beberapa hari sebelum diserang, misalnya, ada seorang lelaki berbadan gempal yang datang ke rumah Novel. Ia pura-pura ingin membeli baju gamis. Istri Novel memang berjualan baju gamis. Namun, ia hanya menjual baju untuk perempuan. Lelaki yang sama juga terpantau sering berseliweran di rumah Novel.

Simak juga: Penyerang Novel Baswedan Muncul Lagi, LPSK Tawarkan Perlindungan

Di hari yang lain, ada beberapa orang mencurigakan yang nongkrong di sekitar rumah Novel Baswedan. Belakangan, polisi menyebut mereka adalah cepu atau mata-mata polisi. Namun, belakangan polisi meralat pernyataan tersebut dan mengatakan mereka adalah mata elang atau penagih utang untuk kredit sepeda motor. Kasus ini pun gelap sampai saat ini.






Kuasa Hukum Sebut Kesehatan Lukas Enembe Membaik

6 jam lalu

Kuasa Hukum Sebut Kesehatan Lukas Enembe Membaik

Obat dari Singapura untuk Gubernur Papua Lukas Enembe telah tiba di Jayapura sejak tiga hari lalu. Kini kesehatannya membaik.


Mantan Pegawai KPK Minta Febri Diansyah Mundur dari Pengacara Putri Candrawathi

7 jam lalu

Mantan Pegawai KPK Minta Febri Diansyah Mundur dari Pengacara Putri Candrawathi

Yudi menyatakan Febri Diansyah dan Rasamala selama ini dipercaya publik, sebab itu dia meminta keduanya mundur dari pengacara Putri Candrawathi.


Johanis Tanak Mantan Jaksa, Anggota Komisi III: Lengkapi Komposisi Pimpinan KPK

7 jam lalu

Johanis Tanak Mantan Jaksa, Anggota Komisi III: Lengkapi Komposisi Pimpinan KPK

Menurut Benny, latar belakang Johanis Tanak sebagai jaksa bakal melengkapi komposisi pimpinan di lembaga antirasuah tersebut.


Gantikan Lili Pintauli Jadi Pimpinan KPK, Johanis Tanak Usulkan Pendekatan Keadilan Restoratif

11 jam lalu

Gantikan Lili Pintauli Jadi Pimpinan KPK, Johanis Tanak Usulkan Pendekatan Keadilan Restoratif

Wakil Ketua KPK yang baru terpilih, Johanis Tanak, mengusulkan untuk menggunakan pendekatan keadilan restoratif dalam memberantas korupsi.


Begini Saran Eks Pegawai KPK untuk Febri Diansyah dan Rasamala Aritonang: Mundur!

11 jam lalu

Begini Saran Eks Pegawai KPK untuk Febri Diansyah dan Rasamala Aritonang: Mundur!

Febri Diansyah dan Rasamala Aritonang menjadi kuasa hukum Putri candrawathi dan Ferdy Sambo. Begini kata sahabat-sahabatnya eks pegawai KPK, "Mundur!"


Johanis Tanak Terpilih Menjadi Wakil Ketua KPK Gantikan Lili Pintauli

12 jam lalu

Johanis Tanak Terpilih Menjadi Wakil Ketua KPK Gantikan Lili Pintauli

Johanis Tanak mendapat suara terbanyak dalam voting tertutup yang digelar Komisi III DPR. Setelah ini nama Johanis Tanak diserahkan ke Presiden.


Febri Diansyah dan Rasamala Aritonang Kuasa Hukum Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo, Ini Respons Novel Baswedan

12 jam lalu

Febri Diansyah dan Rasamala Aritonang Kuasa Hukum Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo, Ini Respons Novel Baswedan

Eks jubir KPK Febri Diansyah dan mantan penyidik KPK Rasamala Aritonang jadi pengacara Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo. Ini kata Novel Baswedan.


Calon Pimpinan KPK Johanis Tanak Sebut Pencegahan Korupsi jadi Skala Prioritas

12 jam lalu

Calon Pimpinan KPK Johanis Tanak Sebut Pencegahan Korupsi jadi Skala Prioritas

Johanis Tanak menjalani uji kelayakan dan kepatutan sebagai calon pimpinan KPK penganti Lili Pintauli pada hari ini. Dia ungkap pentingnya pencegahan.


Calon Pengganti Lili Pintauli Paparkan Pentingnya Bangun Budaya Anti Korupsi Berbasis Keluarga

13 jam lalu

Calon Pengganti Lili Pintauli Paparkan Pentingnya Bangun Budaya Anti Korupsi Berbasis Keluarga

Dua calon wakil ketua KPK pengganti Lili Pintauli Siregar, Johanis Tanak dan I Nyoman Wara mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR.


DPR Ungkap 3 Hal yang Didalami untuk Memilih Pengganti Lili Pintauli

14 jam lalu

DPR Ungkap 3 Hal yang Didalami untuk Memilih Pengganti Lili Pintauli

Komisi III DPR hari ini menggelar uji kelayakan bagi calon komisioner KPK pengganti Lili Pintauli Siregar. Dua calon itu diminta sampaikan visi misi.