Minggu, 15 September 2019

Tanggapi SBY, PDIP: Megawati Tak Mencampuri Urusan Partai Koalisi

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto (tengah), Wakil Sekjen PDIP Eriko Sotarduga (kanan), Walikota Surabaya Tri Rismaharini (kiri) berbicara kepada awak media di kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP, Jakarta, Jumat, 29 Juni 2018. TEMPO/Syafiul Hadi

    Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto (tengah), Wakil Sekjen PDIP Eriko Sotarduga (kanan), Walikota Surabaya Tri Rismaharini (kiri) berbicara kepada awak media di kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP, Jakarta, Jumat, 29 Juni 2018. TEMPO/Syafiul Hadi

    TEMPO.CO, Jakarta-Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Eriko Sortadurga mengatakan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tak pernah menolak Partai Demokrat bergabung dengan koalisi Joko Widodo. Menurut Eriko  Megawati bahkan tak pernah mencampuri urusan koalisi.

    "Tidak pernah ada Ibu Mega menolak untuk Partai Demokrat bergabung, bahkan tidak pernah mencampuri untuk urusan koalisi ini," kata Eriko di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 26 Juli 2018.

    Baca: PDIP: SBY Selalu Ragu-ragu, Jangan Salahkan Megawati

    Eriko menanggapi pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ihwal rintangan yang dihadapi saat akan berkoalisi dengan Jokowi. SBY mengatakan, penjajakan koalisi dengan Jokowi selama ini terkendala relasinya dan Megawati yang belum pulih sejak pemilihan presiden 2001. SBY mengatakan sudah berupaya berdamai dengan Megawati, tetapi belum berhasil.

    Eriko menyebut keluhan SBY itu klasik dan telah kerap kali diungkapkan. Dia berujar PDIP dan partai pendukung Jokowi membuka kesempatan kepada partai-partai lain untuk berkoalisi. Megawati pun, kata dia, selama ini hanya memberikan pendapat jika diminta. "Tapi kalau tidak diminta, tidak ada beliau menyampaikan bahwa ini harus dipatuhi ini tidak," kata dia.

    Simak: Sindir PDIP Partai Feodal, Demokrat Bandingkan AHY dengan Puan

    Eriko berujar selama ini Jokowi sudah memberikan kesempatan yang sama kepada setiap ketua umum partai untuk berkomunikasi, termasuk SBY. Eriko juga menilai wajar jika SBY mengajukan putra sulungnya, Agus Harinurti Yudhoyono (AHY), sebagai calon wakil presiden. Namun, menurut dia, tak kesampaiannya hal tersebut bukan berarti lantaran ada yang menghalangi.

    "Misalnya mungkin keinginan orang tua bahwa putranya duduk menjadi cawapres, sah-sah saja. Tapi kalau tidak kesampaian jangan menjadikan ada pihak-pihak lain (sebagai) yang menghalangi," kata politikus PDIP ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.