Prabowo akan Bertemu Salim Segaf Bahas Kesepakatan Koalisi

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) berbincang dengan Sekjen Gerindra, Ahmad Muzani saat datang ke Kantor DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Jalan TB Simatupang, Jakarta, Sabtu  (17/5). TEMPO/Aditia Noviansyah

    Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) berbincang dengan Sekjen Gerindra, Ahmad Muzani saat datang ke Kantor DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Jalan TB Simatupang, Jakarta, Sabtu (17/5). TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta -Partai Gerindra merencanakan pertemuan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Majelis Syuro Partai KEadilan Sejahtera Salim Segaf Al-Jufri. "Besok rencananya Pak Prabowo akan ketemu Habib Salim," kata Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 26 Juli 2018.

    Muzani tak merinci bahasan maupun lokasi pertemuan antara Prabowo dan Salim.  Namun, Muzani mengatakan Prabowo terus menjalin komunikasi politik dengan setiap partai yang akan bergabung dalam koalisi untuk mengajukan pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pemilu 2019.

    Muzani mengatakan, sejumlah pertemuan akan terus berlangsung sebelum koalisi partai-partai yang akan mengajukan pasangan calon pada pemilihan presiden 2019.  Partai Gerindra, selain dengan PKS, berencana mengajukan pasangan calon dengan Partai Amanat Nasional dan Partai Demokrat.

    "Kami sedang rencanakan multilateralnya, sekarang bilateral dulu," kata Muzani.

    Muzani memperkirakan, pertemuan empat partai yang akan mengajukan satu pasangan calon itu akan berlangsung  pada pekan ini.  Pimpiman keempat partai itu akan mencari titik temu dan kesepakatan untuk menghadapi Pemilihan Presiden 2019.

    "Titik itu akan ketemu, mencapai pada suatu kesepakatan,” kata dia. “Sekarang kami sudah mulai mengkompilasi beberapa pokok masalah."

    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.