Jokowi Kritik Kepala Daerah yang Hobi Duduk Manis di Kantor

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo alias Jokowi berbincang dengan pedagang saat meninjau Pasar Kranggan, Jalan Poncowinatan, Yogyakarta, Rabu, 25 Juli 2018. Dalam blusukannya itu, Jokowi berdialog dengan para pedagang tentang kondisi pasar. ANTARA/Setpres-Agus Suparto

    Presiden Joko Widodo alias Jokowi berbincang dengan pedagang saat meninjau Pasar Kranggan, Jalan Poncowinatan, Yogyakarta, Rabu, 25 Juli 2018. Dalam blusukannya itu, Jokowi berdialog dengan para pedagang tentang kondisi pasar. ANTARA/Setpres-Agus Suparto

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengkritik para kepala daerah yang lebih suka duduk di ruangannya ketimbang mengecek masalah di lapangan. Salah satu contohnya banyak kepala daerah yang tidak mengetahui jumlah pasokan pangan di daerahnya sehingga berujung pada inflasi yang tinggi.

    "Jangan inflasi sudah tinggi enggak ngerti, (tapi) duduk manis di kantor," katanya di acara Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi Tahun 2018 di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis, 26 Juli 2018.

    Baca:
    Jokowi Teken PP soal Gubernur Maju Pilpres ...
    Gatot Nurmantyo Mengaku Tulus Menyayangi ...

    Jokowi mengatakan banyak kepala daerah yang terjebak rutinitas lama sehingga tak paham soal pasokan pangan. Mereka, kata Jokowi, hanya melakukan hal-hal administratif tapi tidak mau mengeceknya ke lapangan. "Tanda tangan kebijakan, tanda tangan … tanda tangan… tapi lapangannya tidak sering dipantau.”

    Jokowi memerintahkan agar kepala daerah mencermati angka inflasi wilayah kerjanya. “Lihat angka-angka inflasinya, naik atau turun," kata Presiden.

    Baca: Melalui Secarik Kertas, Ahok Tulis Dukungan ...

    Seorang kepala daerah, kata Jokowi, dituntut mengetahui di mana saja pasokan pangan, proses distribusi, atau infrastruktur yang bermasalah. Hal ini penting untuk mencari jalan keluarnya.

    Ia meminta agar para kepala daerah memperhatikan perdagangan antardaerah di Indonesia untuk menekan angka inflasi. Presiden meminta kepala daerah yang wilayahnya kekurangan pasokan untuk tidak sungkan menghubungi kepala daerah lain agar mau mengirim produknya.

    Simak: Fadli Zon Tantang Jokowi Segera Umumkan ...

    Jokowi mencontohkan kepala daerah agar menghubungi Gubernur Soekarwo untuk meminta pasokan barang yang diperlukan. "Bel (telepon) Gubernur Jawa Timur Pakde Karwo untuk kirim (barang) yang kurang untuk provinsi mana. Kalau telepon kurang mantap, datangi," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe