SBY: Saya Tidak Pernah Tawarkan AHY Jadi Cawapres Jokowi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • SBY dan Ani Yudhoyono mengenakan kaus bertuliskan #JanganDiam. Twitter.com

    SBY dan Ani Yudhoyono mengenakan kaus bertuliskan #JanganDiam. Twitter.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan tidak pernah menawarkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai cawapres Jokowi. "Saya tidak pernah mengajukan cawapres kepada Pak Jokowi, termasuk AHY. Pak Jokowi juga tidak pernah menawarkan. Selama lima kali komunikasi intensif, tidak ada membahas cawapres," kata SBY, Kamis, 26 Juli 2018.

    Baca: SBY: Tuhan Belum Menakdirkan Hubungan Saya dengan Ibu Megawati

    Pernyataan tersebut, kata SBY, diungkapkan karena mendengar pernyataan Ketua Umum PPP Romahurmuziy atau Romy yang menyebut bahwa seolah-olah SBY tidak ikut koalisi Jokowi karena syarat cawapres tidak diwadahi. Namun, SBY tidak menyebutkan detail kapan dan di mana pernyataan tersebut dikeluarkan.

    "Itu salah. Saya harap Bung Romy harus hati-hati, dan saya harap berhati-hati dalam mengeluarkan statement," kata SBY. Sementara Romy belum bisa dihubungi untuk dimintai konfirmasi.

    SBY menegaskan, sudah menutup jalan bagi Demokrat untuk bergabung ke koalisi Jokowi di Pilpres 2019. SBY mengatakan, banyak hambatan yang membuat Demokrat harus mengambil jalan lain. "Sungguh saya benar-benar merasakan kesungguhan dan ketulusan Pak Jokowi mengajak Demokrat. Tapi memang tidak terbuka jalan bagi Demokrat bergabung dengan koalisi Jokowi," ujar SBY.

    Simak juga: SBY: Saya Bukan Korban PHP Jokowi

    Menurut SBY, yang menjadi hambatan bukan Jokowi yang akan maju sebagai inkumben, melainkan penerimaan partai koalisi pendukung Jokowi. SBY merasa partainya, sebagai yang belakangan merapat, sulit diterima koalisi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe