SBY: Tuhan Belum Menakdirkan Hubungan Saya dengan Ibu Megawati

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono tiba di kantor DPP Partai Demokrat, untuk memantau quick count Pilkada, di Jakarta Pusat, Rabu, 27 Juni 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono tiba di kantor DPP Partai Demokrat, untuk memantau quick count Pilkada, di Jakarta Pusat, Rabu, 27 Juni 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) blak-blakan soal hubungannya dengan Presiden kelima RI, Megawati Soekarnoputri. "Saya harus jujur, hubungan saya dengan Ibu Megawati belum pulih. Masih ada jarak," kata SBY di kediamannya, bilangan Mega Kuningan, Jakarta pada Rabu malam, 26 Juli 2018.

    Baca: SBY: Saya Bukan Korban PHP Jokowi

    SBY mengaku, usahanya untuk kembali menjalin komunikasi dengan Megawati sudah dilakukan selama 10 tahun. Bahkan, lanjut SBY, mendiang suami Megawati, Taufiq Kiemas, juga sempat turut berupaya mendamaikan keduanya. "Jadi bukan enggak ada kehendak berdamai, hanya tuhan belum menakdirkan hubungan kami kembali normal," ujar SBY.

    Kendati demikian, ujar SBY, dia tetap menghormati Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu sebagai orang yang pernah menjadi atasannya. "Saya sangat menghormati Ibu Megawati. Mungkin Tuhan belum menakdirkan hubungan kami kembali normal," ujar dia mengulang perkataan serupa sebelumnya.

    Baca juga: SBY: Jika Prabowo Capres, Cawapres Beliau yang Tentukan

    Sudah lama jadi berita, hubungan SBY dengan Megawati renggang. Megawati disebut-sebut jengkel kepada SBY yang diam-diam menjadi pesaingnya sebagai kontestan Pemilu Presiden.

    Padahal seharusnya, SBY yang saat itu menjabat sebagai Menkopolhukam, meminta izin kepada Megawati sebagai Presiden. Bahkan dikabarkan, Megawati sampai menanyakan itu sampai tiga kali. Namun, SBY tak pernah memberi jawaban pasti. Sampai akhirnya, SBY mendeklarasikan pencalonannya sebagai Presiden.

    SBY dan Megawati baru terjadi setelah Jokowi menjabat sebagai presiden. Kala itu, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengumpulkan seluruh Presiden yang pernah menjabat saat Peringatan Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia ke-72 di Istana Merdeka pada Kamis, 17 Agustus 2017.

    Simak juga: Jokowi Bertemu 6 Partai Koalisi, Demokrat: Kami Buka Jalan Lain

    Saat itu, hadir Presiden ke-3 B.J. Habibie, Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri, Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, mantan Wakil Presiden Try Sutrisno, mantan Wakil Presiden Boediono, dan Sinta Nuriah, istri mendiang Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid. SBY dan Megawati sempat bersalaman sebelum Presiden Joko Widodo mengajak foto bersama dalam acara tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.