PKS Legowo Tidak Jadi Capres atau Cawapres Prabowo, Asal...

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di dampingi Presiden PKS Sohibul Iman, saat dicegat wartawan di kantor DPP PKS, Jakarta Selatan, 21 April 2018. TEMPO/TAUFIQ SIDDIQ

    Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di dampingi Presiden PKS Sohibul Iman, saat dicegat wartawan di kantor DPP PKS, Jakarta Selatan, 21 April 2018. TEMPO/TAUFIQ SIDDIQ

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengatakan bakal legowo jika kadernya tidak menjadi calon presiden atau calon wakil presiden (capres-cawapres). Asalkan, Ketua Dewan Pimpinan PKS Mardani Ali Sera mengatakan seluruh partai koalisi pendukung Prabowo Subianto terbuka dalam membahas siapa yang akan maju dalam Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019.

    Simak: PKS: Ujug-Ujug Datang, Demokrat Jangan Minta Cawapres Prabowo

    Sebelumnya, PKS ngotot mengajukan kadernya menjadi cawapres Prabowo di pilpres 2019. Ada sembilan nama yang diajukan, yakni Ahmad Heryawan, Hidayat Nur Wahid, Anis Matta, Irwan Prayitno, Sohibul Iman, Salim Segaf Al Jufri, Tifatul Sembiring, Al Muzzammil Yusuf, dan Mardani Ali Sera. "PKS tidak akan memaksa yang sembilan itu kalau sudah dibahas bareng-bareng di satu meja," ujar Mardani saat ditemui Tempo di ruang kerjanya, Gedung DPR RI, Jakarta pada Rabu, 25 Juli 2018.

    Mardani menjelaskan, pembicaraan di koalisi pendukung Prabowo Subianto masih di level lima dari angka 10, alias belum terlalu dalam. Nama-nama capres atau cawapres pun belum dirundingkan dalam satu meja. Jadi, kata Mardani, kalau sampai saat ini semua partai ingin mengajukan kadernya adalah hal yang wajar-wajar saja.

    Sampai saat ini, koalisi Prabowo yang bakal menantang calon presiden inkumben Presiden Joko Widodo atau Jokowi belum matang. Baru Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang tegas menyatakan akan bersama-sama dengan Gerindra di Pilpres 2019. Sementara Partai Amanat Nasional (PAN) dan Demokrat, belum resmi mengumumkan dukungan mereka.

    Sementara itu, PKS juga sudah lebih legowo jika Demokrat ikut dalam gerbong koalisi Prabowo. Ketua DPP PKS Pipin Sopian mengatakan pertemuan SBY - Prabowo bertujuan untuk memperkuat koalisi yang telah terjalin antara Gerindra dan PKS.

    Simak juga: Demokrat Merapat, Gerindra Janji Tidak Akan Tinggalkan PKS

    "Jadi kami melihat bahwa untuk memperkuat koalisi itu kami ucapkan Ahlan Wa Sahlan (selamat datang) jika memang Partai Demokrat berminat untuk gabung dengan PKS," kata Pipin saat ditemui Tempo di komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 25 Juli 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.