Minggu, 22 September 2019

Pasca Pertemuan SBY - Prabowo, PKS: Ahlan Wa Sahlan Demokrat

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bersiap bersepeda menuju kantor DPP PKS di Jakarta Selatan, 21 April 2018. TEMPO/TAUFIQ SIDDIQ

    Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bersiap bersepeda menuju kantor DPP PKS di Jakarta Selatan, 21 April 2018. TEMPO/TAUFIQ SIDDIQ

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Pipin Sopian menilai, pertemuan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bertujuan untuk memperkuat koalisi yang telah terjalin antara Gerindra dan PKS. Pertemuan SBY - Prabowo ini membuka peluang Demokrat merapat ke Gerindra.

    Simak: Fahri Hamzah: Pertemuan SBY-Prabowo, Jokowi Bakal KO

    "Jadi kami melihat bahwa untuk memperkuat koalisi itu kami ucapkan Ahlan Wa Sahlan (selamat datang) jika memang Partai Demokrat berminat untuk gabung dengan PKS," kata Pipin saat ditemui Tempo di komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 25 Juli 2018.

    Pipin mengatakan, koalisi antara Gerindra dan PKS sudah terjalin kuat sejak 2014. Kedua partai juga telah melalui hajatan politik bersama-sama. Sebelum pertemuan Prabowo dan SBY terjadi, kata Pipin, Prabowo juga melakukan pertemuan dengan Presiden PKS Sohibul Iman dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan untuk membahas Pilpres 2019.

    Baca: Pertemuan SBY - Prabowo, Politikus Demokrat: Koalisi Semakin Kuat

    Sehingga, Pipin melihat bahwa Prabowo mewakili tiga partai koalisi, yaitu Gerindra-PKS-PAN, dalam pertemuannya dengan SBY, pada Selasa malam kemarin. "Jadi posisinya tidak one by the wind antara Pak Prabowo dan SBY sebetulnya," ujarnya.

    Prabowo bertemu SBY di rumah SBY, Jalan Mega Kuningan Timur VII, Jakarta Selatan, Selasa malam, 24 Juli 2018. SBY mengatakan pertemuan dengan Prabowo membahas kemungkinan terbangunnya koalisi dua partai itu di Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019. "Saya harus mengatakan jalan untuk membangun koalisi ini terbuka lebar," kata SBY dalam konferensi pers di rumahnya, Jalan Mega Kuningan Timur VII, Jakarta Selatan, Selasa malam, 24 Juli 2018.

    SBY punya alasan untuk menyebut peluang koalisi Demokrat dan Gerindra terbuka lebar. Presiden ke-6 ini mengatakan, dia dan Prabowo sepakat ihwal banyak hal yang menjadi persoalan bangsa Indonesia. Dia pun mengaku berbagi visi dan misi yang sama dengan Prabowo perihal bagaimana harus membenahi berbagai permasalahan bangsa.

    Baca juga: Pertemuan SBY-Prabowo, Gerindra: Kami Tidak Akan Tinggalkan PKS

    Prabowo pun menyampaikan hal senada. Dia mengaku sangat senang dengan Pertemuan SBY - Prabowo ini. Dia mengatakan, hal-hal teknis akan dibahas dalam pertemuan selanjutnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.