Minggu, 22 September 2019

KPK Periksa Pejabat PLN dalam Kasus Suap Proyek PLTU Riau-1

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengusaha Johannes B. Kotjo ditahan usai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait suap kepada Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih dalam proyek pembangunan PLTU Riau-1. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Pengusaha Johannes B. Kotjo ditahan usai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait suap kepada Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih dalam proyek pembangunan PLTU Riau-1. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi akan memeriksa Direktur Pengadaan Strategis 2 PT PLN Supangkat Iwan Santoso dalam kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1. Dia akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka, Johannes Budisutrisno Kotjo.

    Baca: KPK Periksa Dirut PLN Sofyan Basir dalam Kasus Suap PLTU Riau-I

    "Dia akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka JBK," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, Rabu, 25 Juli 2018.

    Supangkat bukan orang pertama dari kalangan pejabat perusahaan setrum plat merah yang diperiksa dalam kasus ini. Sebelumnya, KPK telah memeriksa Direktur Utama PLN Sofyan Basir dan Direktur Utama PT Pembangkitan Jawa Bali Investasi (PJBI) Gunawan Yudi Hariyanto.

    Baca: KPK Dalami Dugaan Aliran Suap PLTU Riau-1 ke Idrus Marham

    KPK menyatakan memeriksa Sofyan untuk mendalami skema penunjukkan langsung perusahaan milik Johannes, Blackgold Natural Resources Limited sebagai penggarap proyek ini. Sementara KPK memeriksa Gunawan untuk mengetahui posisi perusahaannya dalam kasus suap ini.

    Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan dua tersangka, yaitu mantan Wakil Ketua Komisi Energi DPR Eni Maulani Saragih dan Johannes. KPK menduga Eni menerima suap total Rp 4,8 miliar dari Johannes untuk memuluskan proses penandatanganan pembangkit listrik di Riau itu.

    Baca juga: Idrus Marham Akan ke KPK Lagi Kamis, Masih Soal Suap PLTU Riau-1

    Johannes B. Kotjo merupakan pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, salah satu perusahaan konsorsium yang akan mengerjakan suap proyek PLTU Riau-1. Pemberian uang disinyalir untuk mempermudah penandatanganan kontrak kerja sama yang akan berlangsung, setelah Blackgold menerima letter of intent (LOI) pada Januari lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe