Jelang Lebaran Haji Harga Cabai Terkendali, Pasokan Aman

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hasil pemantauan langsung di lapangan, perkembangan harga aneka cabai secara nasional relatif aman dan stabil, ujar Mardiyah Hayati, Kepala Sub Direktorat (Subdit) Aneka Cabai dan Sayuran Buah Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Senin, 23 Juli 2018. (dok Kementan)

    Hasil pemantauan langsung di lapangan, perkembangan harga aneka cabai secara nasional relatif aman dan stabil, ujar Mardiyah Hayati, Kepala Sub Direktorat (Subdit) Aneka Cabai dan Sayuran Buah Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Senin, 23 Juli 2018. (dok Kementan)

    INFO NASIONAL – Hasil pantauan langsung di lapangan, perkembangan harga aneka cabai secara nasional relatif aman dan stabil. “Saya sendiri memantau langsung di Kalimantan Barat, harga dan pasokan cabai di sana aman, tidak seperti yang diberitakan selama ini," ujar Kepala Sub Direktorat (Subdit) Aneka Cabai dan Sayuran Buah Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian Mardiyah Hayati.

    “Di Pasar Induk Kramat Jati Senin kemarin, 23 Juli 2018, harga cabai merah keriting terpantau Rp 18 ribu per kilogram, cabai rawit merah Rp 38 ribu per kilogram, dan cabai besar Rp 24 ribu per kilogram. Jadi, kami bisa simpulkan harga dan pasokan cabai sebenarnya sangat aman,” ucap Mardiyah.

    Produksi cabai jelang Lebaran Idul Adha pada 22 Agustus 2018, juga lebih dari cukup. Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian Prihasto Setyanto menyebut, kondisi pertanaman cabai di sentra-sentra produksi, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur, saat ini sangat baik.

    Pihaknya mengaku telah melakukan monitoring dan pengaturan pola tanam cabai agar produksi bisa berlangsung terus menerus. “3-4 bulan sebelum Idul Adha kami sudah persiapkan pertanaman cabainya," kata Prihasto.

    Data Ditjen Hortikultura menyebut luas tanam cabai periode Maret-April 2018 mencapai 21-23 ribu hektare. “Ketersediaan cabai rawit pada Juli-Agustus 2018 mencapai 79-82 ribu ton, sedangkan untuk cabai besar sebanyak 101-105 ribu ton. Pada periode tersebut, kebutuhan diperkirakan 70-74 ribu ton untuk cabai rawit dan 93-97 ribu ton untuk cabai besar. “Artinya, terdapat surplus produksi cabai yang cukup besar pada saat memasuki Idul Adha nanti," tutur Prihasto.

    Hasil pemantauan Kementerian Perdagangan awal Juli lalu, harga cabai rawit bahkan sempat turun drastis. Hingga ada pedagang yang merelakan cabainya dijual di harga Rp 6 ribu per kilogram ketimbang busuk. Padahal sebelumnya harga cabai di sejumlah pasar mencapai Rp 22 ribu per kilogram.

    Namun ketika itu Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memastikan, anjloknya harga cabai di sejumlah pasar tidak akan berlangsung lama. Dia juga menegaskan turunnya harga cabai rawit bukan disebabkan adanya impor. "Diharapkan ini hanya terjadi beberapa hari saja. Enggak ada (impor cabai rawit yang masuk)," katanya ketika itu di Kompleks Istana Kepresidenan. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.