Gatot Nurmantyo Mengaku Tulus Menyayangi Jokowi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Panglima TNI Jenderal purnawirawan Gatot Nurmantyo (tengah) saat menghadiri diskusi di Jakarta Convention Center, 24 Juli 2018. TEMPO/Friski Riana

    Mantan Panglima TNI Jenderal purnawirawan Gatot Nurmantyo (tengah) saat menghadiri diskusi di Jakarta Convention Center, 24 Juli 2018. TEMPO/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Panglima Tentara Indonesia (TNI), Jenderal Purnawirawan Gatot Nurmantyo, mengungkapkan tulus menyayangi Presiden Joko Widodo atau Jokowi. "Bagaimana saya tidak sayang. Saya jadi Panglima TNI karena Pak Jokowi," kata Gatot dalam sebuah diskusi, yang diselenggarakan Universitas Indonesia dan Aliansi Kebangsaan di Jakarta Convention Center, Selasa, 24 Juli 2018.

    Baca juga: Nama Jokowi, JK, Prabowo, Gatot, dan CT di Bursa Partai Demokrat

    Gatot mengatakan sayang kepada Jokowi meski kini sudah tak lagi bekerja di institusi TNI. Apalagi Gatot juga berencana maju sebagai calon presiden 2019 dan berkompetisi dengan Jokowi.

    Saat penutupan acara, moderator menanyakan mengenai tulus atau tidaknya perasaan sayang kepada Jokowi. Gatot pun menjawab, "Tulus," yang kemudian diselingi tawa moderator dan peserta diskusi.

    Gatot menikmati pensiunnya yang jatuh 31 Maret 2018. Ia berkarier di militer sejak lulus Akademi Militer 36 tahun lalu. Ia mencapai puncak kariernya saat dilantik Jokowi menjadi Panglima TNI pada 2015. Gatot mengemban jabatan itu sekitar dua tahun hingga Desember 2017.

    Dalam keterangan tertulis pada April lalu, Gatot mengaku bersyukur bisa menyelesaikan tugasnya di TNI, terlebih sebagai Panglima Militer hingga Desember 2016.

    Baca juga: Ditanya Soal Pilpres, Gatot Nurmantyo: Kita Lihat Saja Nanti....

    Gatot Nurmantyo juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat dan berbagai pihak, khususnya jajaran TNI Angkatan Darat yang selama ini telah memberikan dukungan kepadanya. "Dukungan berupa apa pun, termasuk berupa kritik yang konstruktif," ujarnya. "Terima kasih kepada Presiden RI Bapak Joko Widodo sebagai pimpinan yang baik dan memberi kepercayaan kepada saya."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.