Selasa, 17 September 2019

PA 212 Dorong Lima Partai Mendukung Prabowo di Pilpres 2019

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pertemuan Prabowo Subianto, Amien Rais, dan anggota Persaudaraan Alumni 212 di Mekkah, 2 Juni 2018. Istimewa

    Pertemuan Prabowo Subianto, Amien Rais, dan anggota Persaudaraan Alumni 212 di Mekkah, 2 Juni 2018. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Persaudaraan Alumni 212 atau PA 212 menggelar pertemuan dengan sejumlah petinggi partai politik di Hotel Sultan, Jakarta Selatan, Senin, 23 Juli 2018. Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif mengklaim dalam pertemuan itu beberapa partai kemungkinan besar bakal mendukung Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai capres 2019.

    "Partai-partai tersebut kemungkinan besar akan mengerucut kepada Pak Prabowo," kata Slamet kepada awak media di Hotel Sultan, Jakarta Selatan, Senin, 23 Juli 2018.

    Baca: Datang ke Acara PA 212, Prabowo: Bincang-Bincang Biasa

    Sebelumnya, PA 212 mengundang beberapa petinggi partai yang tergabung dalam Pimpinan Partai Koalisi Keumatan untuk bertemu. Dalam undangan berkop surat Dewan Penasihat Pengurus Pusat Persaudaraan Alumni 212 itu disebutkan bahwa acara digelar untuk bersilaturahmi dan bertukar pikiran. Pertemuan digelar tertutup untuk media.

    Lima partai yang diundang adalah Partai Gerindra, PAN, Partai Berkarya, Partai Bulan Bintang (PBB), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Dari lima partai yang diundang, dua di antaranya tak hadir, yakni Partai Berkarya dan PKS.

    Slamet berujar PA 212 dan partai-partai mempersiapkan dua nama yang bakal mendampingi Prabowo. Menurut Slamet, dua nama itu berasal dari kalangan partai dan nonpartai. "Dua nama ini masih disimpan dan akan diumumkan pada waktunya," katanya.

    Simak: Kapitra Ampera Jadi Caleg PDIP, PA 212: Jelas Siapa Pengkhianat

    Juru bicara Front Pembela Islam ini mengatakan cawapres pendamping Prabowo adalah tokoh yang bisa menampung suara ulama, umat, dan santri. Selain itu, harus bisa menampung suara yang berasal dari luar Pulau Jawa.

    Slamet hanya menyinggung lima nama, yakni Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Gubernur DKI Anies Baswedan, Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra, serta dua politikus PKS, Ahmad Heryawan dan Salim Segaf Al Jufri. Semuanya, kata dia, memiliki peluang yang sama.

    Lihat: Prabowo Bakal Pilih Cawapres yang Diterima Kalangan NU

    Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno, salah satu petinggi partai yang hadir dalam pertemuan itu, mengatakan partainya akan menampung semua masukan dari PA 212. Eddy memastikan PAN masih berpegang teguh pada rapat koordinasi nasional (Rakornas) yang digelar pada 2017.

    Dalam Rakernas itu, PAN menyepakati mengajukan Ketua Umum Zulkifli Hasan sebagai calon presiden dan wakil presiden pada pemilihan presiden 2019. "Tapi itu adalah keinginan ulama yang kami hormati dan pertimbangkan," kata Eddy.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Profil Ketua KPK Firli Bahuri dan Empat Wakilnya yang Dipilih DPR

    Lima calon terpilih menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk periode 2019-2023. Firli Bahuri terpilih menjadi Ketua KPK.