Bertemu PA 212, Gerindra: Para Ulama Curhat Soal Kondisi Bangsa

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani memberikan keterangan seusai Rapat Koordinasi Nasional Partai Gerindra di Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Bogor, 11 April 2018. TEMPO/Arkhelaus W.

    Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani memberikan keterangan seusai Rapat Koordinasi Nasional Partai Gerindra di Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Bogor, 11 April 2018. TEMPO/Arkhelaus W.

    TEMPO.CO, Jakarta-Persaudaraan Alumni  atau PA 212 menggelar pertemuan dengan sejumlah petinggi partai politik di Hotel Sultan, Jakarta Selatan, Senin 23 Juli 2018. Pertemuan  digelar tertutup sejak pukul 19.00 WIB.

    Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan dalam pertemuan itu pihaknya lebih banyak mendengarkan masukan dari ulama. "Kami diundang untuk sharing berbagai macam masalah bangsa dan negara. Kita banyak mendengar dari ulama, curhat kondisi bangsa," kata Muzani kepada awak media di Hotel Sultan.

    Baca: Datang ke Acara PA 212, Prabowo: Bincang-Bincang Biasa

    Sebelumnya PA 212 mengundang beberapa petinggi partai yang tergabung dalam Pimpinan Partai Koalisi Keumatan. Dalam undangan berkop surat Dewan Penasihat Pengurus Pusat Persaudaraan Alumni 212 itu disebutkan bahwa acara digelar untuk bersilaturahmi dan bertukar pikiran.

    Adapun lima partai yang diundang adalah Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Berkarya, Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Dari lima partai  dua di antaranya tidak hadir, yakni Partai Berkarya dan PKS.

    Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno mengatakan partainya bakal menampung seluruh masukan dari PA 212. Menurut Eddy, salah satu permintaan dari PA 212 adalah ajakan untuk partai yang diundang untuk bisa berkoalisi.

    Simak: Kapitra Ampera Jadi Caleg PDIP, PA 212: Jelas Siapa Pengkhianat

    "Dalam waktu dekat mereka berharap partai-partai bisa menyatakan koalisi di antara partai yang diundang. Itu adalah keinginan ulama yang kami hormati dan pertimbangkan," kata Eddy ditemui secara terpisah di lokasi yang sama.

    Meski demikian Eddy menuturkan PAN belum memutuskan apakah akan bergabung dengan koalisi seperti keinginan PA 212 atau tidak. Ia mengaku masih akan membahas hal ini di internal partainya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.