Tegur Kader, Prabowo: Soal Politik Hanya Keluar dari Mulut Saya

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto tiba di rumahnya, Jalan Kertanegara Nomor IV, Jakarta Selatan, Selasa, 17 Juli 2018. Prabowo mengatakan dia usai bertemu dengan Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (nonaktif) Puan Maharani Puan Maharani di kawasan Jakarta Selatan. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto tiba di rumahnya, Jalan Kertanegara Nomor IV, Jakarta Selatan, Selasa, 17 Juli 2018. Prabowo mengatakan dia usai bertemu dengan Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (nonaktif) Puan Maharani Puan Maharani di kawasan Jakarta Selatan. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menegur Wakil Ketua Umum Gerindra, Arief Poyuono, terkait komentarnya soal koalisi dengan Agus Harimurthi Yudhoyono (AHY) di Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019. Prabowo mengaku sangat menyesal mendengar komentar Arief.

    Baca: Prabowo - SBY Bakal Bertemu, Gerindra: Bicara Soal AHY Cawapres

    Menurut dia, Arief sudah menyalahi wewenangnya. "Apapun yang terjadi ke depan ini jauh di luar wewenang karena sudah saya tegaskan beberapa kali, bahwa setiap pejabat hanya boleh berbicara di bidangnya masing-masing," kata Prabowo melalui keterangan tertulisnya, Senin, 23 Juli 2018.

    Menurut Prabowo, masalah politik hanya boleh keluar dari mulutnya sendiri. Atau, Prabowo menuturkan biasanya ada orang lain yang ia tunjuk untuk berbicara, umumnya adalah Sekretaris Jenderal Gerindra.

    Prabowo juga menyebut komentar Arief tidak mendasar. Bagi Gerindra, tidak ada yang tak mungkin dalam politik demi kepentingan yang lebih besar dan demi kepentingan negara. "Saya tidak menganggap saudara AHY seorang anak kecil, pengalaman beliau selama di TNI dan juga sekolah di dalam dan luar negeri menunjukan beliau memiliki kapabilitas," kata Prabowo.

    Prabowo meminta Arief membuat keterangan pers untuk mencabut pernyataan tersebut. Dia juga ingin Arief menyampaikan permohonan maaf kepada partai Demokrat. "Sekali lagi saya berharap kepatuhan dan loyalitas anda jika anda memang setia kepada Partai Gerindra," ujar Prabowo.

    Simak juga: Massa Komite Ganti Presiden Dukung Prabowo Jadi Capres 2019

    Arief Poyuono sebelumnya menyatakan rencana Gerindra menggandeng AHY sebagai calon wakil presiden (cawapres) kemungkinan besar tak bakal terwujud. Salah satunya karena keduanya berlatar belakang militer. AHY juga disebut tak berpengalaman di pemerintahan. Menurut Arief, AHY lebih cocok menjadi menteri untuk dipersiapkan di Pilpres 2024 nanti. Pasangan yang paling tepat bagi Prabowo di Pilpres 2019, kata Arief, adalah Anies Baswedan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.