Minggu, 22 September 2019

Suami Tidak Ada di Sel Saat OTT Lapas Sukamiskin, Ini Kata Airin

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Airin Rachmi Diany mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, 2 Maret 2018. TEMPO/Alfan Hilmi.

    Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Airin Rachmi Diany mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, 2 Maret 2018. TEMPO/Alfan Hilmi.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany menghindar ketika ditanya wartawan soal suaminya, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan. Adik Ratu Atut Chosiyah ini menjadi sorotan karena tidak ada di dalam selnya di Lapas Sukamiskin saat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di sana. 

    Baca: Napi Koruptor Sogok Petugas Lapas Sukamiskin Agar Bisa Pelesiran

    "Ah nanti saja ya, sudah ditunggu. Terima kasih, ya," kata Airin di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin, 23 Juli 2018.

    Airin kemudian bergegas pergi menuju Istana bersama sejumlah wali kota yang datang untuk bertemu Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Airin mendampingi para wali kota lainnya karena menjabat sebagai Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI).

    KPK sebelumnya melakukan rangkaian operasi tangkap tangan (OTT) di Lapas Sukamiskin, Jawa Barat. Dalam OTT itu, KPK menangkap Kalapas Sukamiskin Wahid HUsein karena diduga menerima hadiah sebagai imbalan untuk pemberian fasilitas mewah kepada napi kasus korupsi di lapas tersebut.

    Selain menangkap Husein, KPK juga menangkap Fahmi Darmawansyah. Suami artis Inneke Koesherawati itu diduga salah satu yang memberikan suap kepada Husein. KPK menetapkan Husein dan Fahmi sebagai tersangka. Selain dua orang itu, KPK juga menetapkan staf Wahid Husein, Hendry Saputra, dan narapidana kasus pidana umum yang merupakan tahanan pendamping Fahmi, Andi Rahmat, sebagai tersangka.

    Saat OTT, ternyata ada dua narapidana korupsi yang tak berada di dalam selnya, yaitu Wawan dan Fuad Amin. Wawan dipenjara karena korupsi pengadaan alat kesehatan di Tangerang Selatan dan Banten, serta suap pilkada di Lebak. Sedangkan Fuad Amin, bekas Ketua DPRD Bangkalan, Madura, dipidana lantaran terbukti menerima duit dari PT Media Karya Sentosa dan memotong 10 persen realisasi anggaran SKPD senilai Rp 414,22 miliar.

    Simak juga: KPK: Inneke Koesherawati Terlibat dalam OTT Kalapas Sukamiskin

    Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Liberty Sitinjak, mengatakan, dari penyelidikan yang dilakukan pasca OTT di Lapas Sukamiskin, diketahui Fuad dan Wawan yang merupakan suami Airin berobat dan dirawat di rumah sakit. "Sampai sekarang indikasi jalan-jalan belum kami temukan," kata Liberty di kantor Kemenkumham, Jakarta Selatan, Sabtu, 21 Juli 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.