Tommy Soeharto Ingin Repelita dan GBHN Dihidupkan Lagi

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tommy Soeharto memberi sambutan di Rapat Pimpinan Nasional di Lor In Hotel Karanganyar, 10 Maret 2018. TEMPO/AHMAD RAFIQ

    Tommy Soeharto memberi sambutan di Rapat Pimpinan Nasional di Lor In Hotel Karanganyar, 10 Maret 2018. TEMPO/AHMAD RAFIQ

    TEMPO.CO, Bogor - Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto mengatakan, sebagai politikus sekaligus anak mantan Presiden RI ke-2, Soeharto, merasa miris dengan kondisi bangsa Indonesia saat ini. Menurut dia, Indonesia yang memiliki wilayah sangat luas, semestinya berpotensi menjadi lumbung pangan dunia bukan hanya swasembada pangan.

    Baca: Trah Soeharto Dianggap Jadi Magnet Partai Berkarya

    “Ketahanan pangan sangat diperlukan, apalagi kita memiliki wilayah yang luas, kita punya potensi bukan hanya swasembada pangan, tapi lumbung pangan dunia, tapi tidak pernah dimanfaatkan atau diwujudkan pemerintahan selama reformasi,” kata anak ke-5 Soeharto itu saat mengahdiri pelatihan pendidikan Caleg Partai Berkarya di Hotel Lorin, Sentul, Bogor, Minggu, 22 Juli 2018.

    Sebagai pimpinan Partai Berkarya, Tommy mengatakan kondisi itu menjadi tantangan berat dan akan menjadi unggulan partai yang dipimpinnya. "Khususnya beras, jagung dan minyak kelapa sawit, karena hanya tiga unsur pangan itu yang bisa ditonjolkan dari negara kita, dan dengan begitu juga akan menimbulkan devisa yang besar bagi bangsa,” lanjut Tommy.

    Baca: Tommy Soeharto Mendaftar Caleg untuk Daerah Pemilihan Papua

    Dalam kesempatan itu, Tommy juga menyampaikan keprihatinannya karena tidak adanya tolak ukur pembangunan yang dilakukan pemerintah pasca-reformasi. "Tolak ukur kita untuk berbuat kepada bangsa adalah adanya langkah konkret, seperti rencana jangka panjang lima tahun dan 25 tahun serta GBHN (Garis Besar Haluan Negara), bagaimana kita mau bangun negara kalau kita hanya mengandalkan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara),” ujar Tommy.

    Tommy Soeharto pun berharap Repelita dan GBHN yang pernah ada di masa pemerintahan Presiden Soeharto bisa dihidupkan kembali melalui Partai Berkarya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.