Minggu, 22 September 2019

Dirjen PAS: Wawan Balik ke Lapas Sukamiskin, Fuad Muntah Darah

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa mantan Bupati Bangkalan, Fuad Amin Imron menjalani sidang pembacaan amar putusan terhadap dirinya di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 19 Oktober 2015. Fuad Amin Imron dijatuhi hukuman selama Delapan Tahun penjara dengan denda Satu miliar subsider Enam bulan. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Terdakwa mantan Bupati Bangkalan, Fuad Amin Imron menjalani sidang pembacaan amar putusan terhadap dirinya di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 19 Oktober 2015. Fuad Amin Imron dijatuhi hukuman selama Delapan Tahun penjara dengan denda Satu miliar subsider Enam bulan. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Direktorat Jenderal Permasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Liberty Sitinjak mengatakan Tb. Chaeri Wardana alias Wawan sudah kembali ke selnya di Lembaga Pemasyarakatan atau Lapas Sukamiskin, Bandung, Sabtu sore, 21 Juli 2018. Direktur Jenderal Permasyarakatan Kemenkumham Sri Puguh Budi Utami menambahkan, Fuad Amin dirawat di Rumah Sakit Santo Borromeus, Bandung, akibat muntah darah.

    Liberty dan Puguh memberikan penjelasan itu karena petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak mendapati dua koruptor itu di selnya saat operasi tangkap tangan yang menjerat Kepala Lapas Sukamiskin dan tiga tersangka lain di penjara itu, Sabtu dinihari. "Tadinya harusnya tidak di situ, tapi karena muntah darah jadi dibawa ke sana. Ada data-data masih di sana," kata Sri Puguh di kantor Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta Selatan, Sabtu malam, 21 Juli 2018.

    Baca:
    Taman Bung Karno, Tempat Pesta Penghuni Lapas...
    Tarif Kamar Napi Korupsi di Lapas Sukamiskin Rp 500 Juta

    Liberty membantah Fuad dan Wawan pelesiran seperti ramai diberitakan. "Sampai sekarang indikasi jalan-jalan belum kami temukan," kata Liberty. Meski begitu, ia berjanji Kementerian akan terus mendalami kemungkinan kedua narapidana itu pelesiran ke luar penjara.

    Menurut dia, dokumen temuan awal telah diserahkannya kepada Inspektorat Jenderal Kemenkumham untuk proses lebih lanjut. "Inspektorat akan mendalami lagi temuan yang sudah kami dapatkan tadi sore," kata Liberty.

    Baca: Besok, Kemenkumham Akan Bongkar Saung Mewah di...

    KPK menyegel sel Fuad Amin dan Wawan karena mendapati keduanya tak ada di Lapas Sukamiskin. Penyegelan itu dilakukan paralel saat KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap Kepala Lapas Sukamiskin Wahid Husen dan stafnya, Hendry Saputra, serta dua narapidana korupsi, Fahmi Darmawansyah, dan tahanan pendampingnya, Andri Rahmat.

    KPK menetapkan keempat orang itu sebagai tersangka suap sebagai imbalan pemberian fasilitas, rekomendasi keluar lapas, dan pemberian lainnya di dalam Lapas Sukamiskin. KPK menyita satu mobil Mitsubishi Triton Exceed dan Mitsubishi Pajero Sport Dakar, serta uang Rp 279,92 juta dan US$ 1.410.

    Simak: Izin Berobat, Napi Koruptor Lapas Sukamiskin Pelesiran

    BUDIARTI UTAMI PUTRI | TAUFIQ SIDDIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe