Rabu, 17 Oktober 2018

Tak Ada Wawan dan Fuad di Lapas Sukamiskin, Ini Penjelasannya

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua unit mobil milik Kalapas Sukamiskin Wahid Hussein yang diduga merupakan pemberian suap yang disita KPK saat OTT KPK, sampai di Gedung KPK, Sabtu 21 Juli 2018. TEMPO-TAUFIQ SIDDIQ

    Dua unit mobil milik Kalapas Sukamiskin Wahid Hussein yang diduga merupakan pemberian suap yang disita KPK saat OTT KPK, sampai di Gedung KPK, Sabtu 21 Juli 2018. TEMPO-TAUFIQ SIDDIQ

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Direktorat Jenderal Permasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Liberty Sitinjak mengaku masih menyelidiki kosongnya sel  Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan dan Fuad Amin, penghuni dua narapidana Lembaga Permasyarakatan atau Lapas Sukamiskin, Bandung dari selnya saat KPK melakukan operasi tangkap tangan. Kedua narapidana itu adalah koruptor Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan dan Fuad Amin.

    Dari penyelidikan yang dilakukan, kata Liberty, pihaknya mendapati Fuad dan Wawan berobat dan dirawat di rumah sakit. Ia belum menemukan indikasi kedua koruptor itu jalan-jalan seperti ramai diberitakan. "Sampai sekarang indikasi jalan-jalan belum kami temukan," kata Liberty di kantor Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta Selatan, Sabtu malam, 21 Juli 2018.

    Baca:
    Taman Bung Karno, Tempat Pesta Penghuni Lapas ...
    Tarif Kamar Napi Korupsi di Lapas Sukamiskin Rp 500 Juta

    Wawan dan Fuad diketahui tidak berada di sel saat Komisi Pemberantasan Korupsi memerika Lapas Sukamiskin seusai menangkap tangan pejabat dan penghuni lapas. KPK menyegel sel mewah yang ditempati bekas bupati Bangkalan Fuad dan adik bekas gubernur Banten Atut Chosiyah, Wawan di Lapas Klas 1 Sukamiskin itu.

    Fuad dipidana lantaran korupsi sebagai pejabat negara. Bekas Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Bangkalan itu terbukti menerima duit dari PT Media Karya Sentosa dan memotong 10 persen realisasi anggaran SKPD senilai Rp414,224 miliar. Fuad juga terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang.

    Baca: Izin Berobat, Napi Koruptor Lapas Sukamiskin Pelesiran

    Adapun Wawan, suami Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany dipenjara karena korupsi pengadaan alat kesehatan di Tangerang Selatan dan Banten, serta suap pilkada di Lebak, Banten. 

    KPK menyegel sel Fuad Amin dan Wawan karena mendapati keduanya tak ada di sana. Penyegelan itu dilakukan paralel saat KPK menangkap tangan Kepala Lapas Sukamiskin Wahid Husen dan stafnya Hendry Saputra serta dua narapidana korupsi, Fahmi Darmawansyah dan tahanan pendampingnya, Andri Rahmat.

    Simak: Begini Suasana Lapas Setelah OTT Kalapas Sukamiskin

    KPK menetapkan keempat orang itu tersangka suap pemberian fasilitas, izin rekomendasi keluar lapas, dan pemberian lainnya di dalam Lapas Sukamiskin. KPK menyita satu mobil Mitsubishi Triton Exceed dan Mitsubishi Pajero Sport Dakkar, serta uang Rp279,92 juta dan US$1.410.

    Simak juga: Napi Koruptor Sogok Petugas Lapas Sukamiskin Agar ...

    BUDIARTI UTAMI PUTRI | TAUFIQ SIDDIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Suap Izin Meikarta

    KPK menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sebagai tersangka dugaan kasus suap izin proyek pembangunan Meikarta. Ini sekilas fakta kasus itu.