Trah Soeharto Dianggap Jadi Magnet Partai Berkarya

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Berkarya Tommy Soeharto (kedua kiri), Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso (kedua kanan), kader baru Partai Berkarya Titiek Soerharto (tengah), dan sejumlah kader partai berfoto bersama saat jumpa pers di Museum Memorial Jenderal Besar HM Soeharto, Yogyakarta, Senin, 11 Juni 2018. ANTARA

    Ketua Umum Partai Berkarya Tommy Soeharto (kedua kiri), Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso (kedua kanan), kader baru Partai Berkarya Titiek Soerharto (tengah), dan sejumlah kader partai berfoto bersama saat jumpa pers di Museum Memorial Jenderal Besar HM Soeharto, Yogyakarta, Senin, 11 Juni 2018. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Anak-anak mantan Presiden Soeharto berkumpul di Partai Berkarya. Ketua Dewan Pengurus Pusat Partai Berkarya Badaruddin Andi Picunang mengatakan keenam anak Soeharto saling mendukung di partai besutan putra bungsu Presiden RI ke-2 itu, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto.

    Baca: LIPI: Pemilih Partai Berkarya Anggap Prabowo Keluarga Cendana

    "Anak-cucu Pak Harto ini sebagai simbol, magnet dari Partai Berkarya itu sendiri," kata Badaruddin kepada Tempo, Sabtu, 21 Juli 2018.

    Sebelumnya, beredar foto bersama keenam anak Soeharto. Mereka adalah Tommy Soeharto, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana atau yang biasa dikenal Mbak Tutut, Siti Hutami Endang Adiningsih atau Mamiek Soeharto, Bambang Trihatmodjo, dan Sigit Harjojudanto. Mereka berpose di depan foto almarhum Soeharto dan Tien Soeharto.

    "Itu gaya tangannya menunjukkan angka tujuh, seperti nomor urut partai," kata Badaruddin.

    Baca: Tommy Soeharto Mendaftar Caleg untuk Daerah Pemilihan Papua

    Badaruddin menyampaikan, keenam anak Soeharto berkumpul untuk saling mendukung di Partai Berkarya. Menurut dia, Partai Berkarya ingin melanjutkan dan mengembangkan konsep-konsep pembangunan yang belum rampung semasa Orde Baru.

    "Orang-orang tahu bahwa di Berkarya-lah apabila kita ingin mengembangkan konsep-konsep dari Pak Harto. Kurang-lebih sama dengan Bung Karno di PDI," kata Badaruddin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.