TGB Ingin Bertemu SBY untuk Membicarakan Sikap Politiknya

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TGB menjelaskan sejak kapan dirinya mulai mendukung Jokowi.

    TGB menjelaskan sejak kapan dirinya mulai mendukung Jokowi.

    TEMPO.CO, Jakarta-Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi mengatakan hubungannya dengan Partai Demokrat saat ini belum ada kejelasan. Demokrat adalah partai politik TGB.

    "Saya nggak mengerti, ya mungkin Demokrat punya sikap politik lain. Tapi kan saya sudah menyampaikan sikap politik saya," kata TGB Zainul Majdi di Jakarta, Jumat, 20 Juli 2018.

    Baca: Masuk Daftar Cawapres Jokowi, TGB Bersyukur

    Meski masih tercatat sebagai anggota Partai Demokrat, namun TGB mengatakan akan tetap mendukung Joko Widodo dalam pemilihan presiden 2019 walaupun Partai Demokrat nantinya berkoalisi dengan kubu Prabowo Subianto.

    Sungguh pun demikian TGB  masih memiliki rencana bertemu Partai Demokrat untuk membicarakan masalah antara dirinya dan partai. "Mungin satu dua hari ke depanlah untuk membahas masalah yang terkait dengan Partai Demokrat," katanya.

    Simak: Kata TGB Soal Pembicaraannya dengan Jokowi

    Saat ditanya awak media terkait apakah dirinya memiliki rencana untuk menjenguk Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang baru pulang dari Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat, TGB mengaku sebenarnya ia berkeinginan menemui SBY. "Aduh saya serba salah mau ngomong, tapi kok ya ditanya," ujar dia.

    Menurut TGB ia telah tiga kali berusaha untuk bertemu dengan SBY. TGB pernah meminta untuk bertemu SBY padal 28 Mei, akhir Juni, dan dua hari sebelum SBY dirawat di rumah sakit. Semuanya tidak ada yang terealisasi. "Mungkin beliau punya banyak kesibukan yang lain," ujar TGB.

    Lihat: Ingin Dukung Jokowi, Permintaan TGB Bertemu SBY Belum Dijawab

    Untuk rencana ke depan, TGB mengatakan akan bertemu SBY saat situasinya mulai kondusif. "Kalau Anda datang ke tempat orang yang mungkin sedang merasa kurang nyaman, kedatangan itu bisa jadi bukan lebih menenangkan. Kita doakan saja beliau sebagai mantan pemimpin bangsa semoga selalu diberi kesehatan," ujarnya.

    RYAN DWIKY ANGGRIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.