Ini Pentingnya Meningkatkan Konsumsi CPO Dalam Negeri

Acara ngobrol@tempo bertema meningkatkan konsumsi CPO domestik untuk penghematan devisa di Hotel Westin, Jakarta 20 Juli 2018.

INFO NASIONAL -  Kinerja Industri kelapa sawit saat ini sangat menggembirakan. Simak saja. Data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) menunjukkan  bahwa nilai ekspor minyak sawit pada 2016 mencapai Rp 240 triliun.

Sayangnya, ekspor kelapa sawit nasional ke manca negara kini tengah menghadapi berbagai hambatan dan tantangan. Beberapa negara Eropa gencar menggelar kampanye negatif terhadap produk minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) asal Indonesia, terutama terkait isu deforestasi, pekerja anak, sampai pelanggaran hak asasi manusia. Hambatan tarif pun dilancarkan. Akibatnya, ekspor CPO Indonesia tersendat.

Padahal, total produksi CPO Indonesia kini sedang terus menanjak, sehingga over supply pun tak bisa dihindari. Pada 2017 produksi CPO Indonesia  mencapai 37,8 juta ton per tahun. Lalu, tahun ini diperkirakan naik menjadi 39,8 juta ton per tahun.

Lalu, mau dikemanakan hasil produksi CPO sebanyak 39,8 juta ton itu jika Indonesia sulit mengekspornya? Dono menegaskan, Indonesia pasar domestik harus dimanfaatkan. “Saat ini, yang paling siap menyerap hasil produksi CPO adalah industri otomotif, dengan pemanfaatan biofuel,” kata Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Dono Boestami, pada acara Ngobrol@Tempo di Hotel Westin Jakarta 20 Juli 2018, yang bertema “Meningkatkan Konsumsi CPO Domestik untuk Penghematan Devisa.”

Pada acara yang dipandu oleh Direktur Tempo.co Y. Tomi Aryanto, yang tampil sebagai moderator, Dono menyatakan bahwa kebutuhan diesel domestik saat ini mencapai sekitar 36 juta kilo liter per tahun. Untuk memenuhi kebutuhan itu, pemerintah harus mengimpornya, sehingga memboros devisa negara. Jika dilakukan peralihan penggunaan disel ke biodisel dari bahan CPO yang merupakan produk dalam negeri, Dono memperkirakan akan bisa dihemat devisa negara sebesar Rp 4,83 triliun per tahun, bahkan lebih.

Pada kesempatan sama, Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo, yang juga tampil sebagai pembicara di acara Ngobrol@Tempo menyatakan, agar dapat memanfaatkan peluang yang ada di pasar domestik, pemerintah harus  berani menegaskan keberpihakannya pada energi terbarukan.

Langkahnya, misalkan dengan memberikan insentif pada pengguna energi terbarukan. Umpamanya, pengguna bbm biasa dikenakan cukai yang tinggi, sementara pengguna biosolar dikenakan cukai yang rendah. Hal-hal seperti ini akan sangat memacu penggunaan biofuel. “Insentif seperti  ini belum dilakukan di Indonesia,” ujar Prastowo.

Pembicara lainnya, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) Yohannes Nangoi, menyatakan, industri otomotif siap mendukung penuh pemanfaatan biofuel sebagai bahan bakar alternatif. Namun, ia berharap penggunaan biofuel ini bisa sesuai dengan standar kualitas internasional.

Jangan sampai mobil menjadi mogok akibat menggunakan biofuel lokal karena kualitasnya belum memenuhi standar. Jangan sampai pula, untuk menyesuaikan dengan biofuel lokal, pelaku industri mobil harus melakukan terlalu banyak perubahan spesifikasi. “Jangan sampai kami harus membuat mobil khusus untuk pasar Indonesia saja, yang berbeda dengan yang kami buat untuk pasar ekspor, sehingga tidak efisien,” ucap Nangoi. (*)






Guru TIK Batam Makin Melek Digital

37 hari lalu

Guru TIK Batam Makin Melek Digital

Kemenkominfo Menyelenggarakan Kelas Literasi Digital dalam Bimbingan Teknis untuk MeningkatkanKompetensi Guru TIK di Kota Batam


Semakin Mudah, LRT, Bus, dan Angkot di Palembang Sudah Terintegrasi

27 Februari 2022

Semakin Mudah, LRT, Bus, dan Angkot di Palembang Sudah Terintegrasi

Integrasi memudahkan aksesibilitas dan meningkatkan kenyamanan masyarakat menggunakan angkutan umum perkotaan di Palembang dan sekitarnya.


Gus Muhaimin Rajut Spirit Perjuangan Kiai Abbas di Pesantren Buntet Cirebon

27 Februari 2022

Gus Muhaimin Rajut Spirit Perjuangan Kiai Abbas di Pesantren Buntet Cirebon

Gus Muhaimin mengaku spirit perjuangan Kiai Abbas akan terus dikenang sepanjang masa.


Penangkapan Ikan Terukur Berbasis Kuota Utamakan Nelayan Kecil

27 Februari 2022

Penangkapan Ikan Terukur Berbasis Kuota Utamakan Nelayan Kecil

Kuota tersebut dimanfaatkan untuk nelayan lokal, bukan tujuan komersial (penelitian, diklat, serta kesenangan dan rekreasi), dan industri


BNI Siapkan Layanan Beyond Banking untuk 8 Juta Diaspora Indonesia

19 Februari 2022

BNI Siapkan Layanan Beyond Banking untuk 8 Juta Diaspora Indonesia

Kolaborasi diaspora dengan perbankan nasional merupakan upaya untuk terus menciptakan banyak peluang investasi di luar negeri.


Mesin ATM BNI di Kantor Rans, Pakar: Strategi Bank Genjot Literasi Keuangan

19 Februari 2022

Mesin ATM BNI di Kantor Rans, Pakar: Strategi Bank Genjot Literasi Keuangan

Heboh Raffi Ahmad dan Nagita Slavina yang mendapatkan kado ulang tahun mesin ATM dari PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI).


Bamsoet Optimistis Pengaspalan Kembali Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika Segera Selesai

19 Februari 2022

Bamsoet Optimistis Pengaspalan Kembali Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika Segera Selesai

Tes pramusim MotoGP yang telah digelar pada 11 Maret 2022 menjadi pelajaran penting menghadapi race MotoGP pada 18-20 Maret 2022 nanti.


Dukung KTT G20, PLN Tambah 2 Pembangkit Perkuat Listrik Bali

19 Februari 2022

Dukung KTT G20, PLN Tambah 2 Pembangkit Perkuat Listrik Bali

Kesuksesan penyelenggaraan G20 Indonesia akan menjadi bukti keandalan listrik PLN dalam mendukung kegiatan berstandar dunia.


HNW: Sebaiknya Pemerintah Segera Mencabut Permenaker 2/2022

19 Februari 2022

HNW: Sebaiknya Pemerintah Segera Mencabut Permenaker 2/2022

Sikap yang memaksakan tetap berlakunya Permenaker 2/2022 itu bisa menciderai nilai kemanusiaan dan keadilan dalam Pancasila.


Anggota DPR Imbau Pelibatan Pelaku UMK untuk Pengadaan Barang dan Jasa

13 Februari 2022

Anggota DPR Imbau Pelibatan Pelaku UMK untuk Pengadaan Barang dan Jasa

Caranya dengan terus mendorong pelaku UMK ini dapat masuk ke dalam ekosistem pengadaan barang/jasa yang dikembangkan LKPP melalui Katalog Elektronik.