Selasa, 20 November 2018

Kemenko PMK: Mencetak Pemimpin Berintegritas Lewat Beasiswa Kader Surau

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bekerja sama dengan Yayasan Baitul Mal Bank Rakyat Indonesia (YBM BRI) menggelar Sarasehan Nasional yang diikuti 395 mahasiswa dari 18 perguruan tinggi negeri di kantor Kemenko PMK, Jakarta, Jumat, 20 Juli 2018.

    Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bekerja sama dengan Yayasan Baitul Mal Bank Rakyat Indonesia (YBM BRI) menggelar Sarasehan Nasional yang diikuti 395 mahasiswa dari 18 perguruan tinggi negeri di kantor Kemenko PMK, Jakarta, Jumat, 20 Juli 2018.

    INFO NASIONAL – Indonesia membutuhkan pemimpin masa depan yang tidak hanya memiliki kemampuan intelektual, tapi juga harus religius, berjiwa kepemimpinan, dan kepekaan sosial. Empat nilai ini yang harus dimiliki kader surau.

    Untuk menanamkan empat nilai kader surau dalam kehidupan sehari-hari, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan bekerja sama dengan Yayasan Baitul Mal Bank Rakyat Indonesia (YBM BRI) menggelar Sarasehan Nasional, yang diikuti 395 mahasiswa dari 18 perguruan tinggi negeri. Mereka merupakan penerima Beasiswa Kader Surau.

    Beasiswa Kader Surau merupakan salah satu program YBM BRI di bidang pendidikan, yang menitikberatkan pada pembentukan dan pembinaan generasi intelektual muda Islam dengan jiwa kepemimpinan, berkarakter islami, berdaya saing, dan menanamkan nilai-nilai Alquran dalam aktivitas sehari-hari.

    Deputi Bidang Pendidikan dan Agama Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Agus Sartono mengharapkan agar mahasiswa penerima beasiswa kader surau terus meningkatkan karakter dan keterampilan,. Sehingga ke depan siap memimpin bangsa dan menghadapi persaingan global.

    "Saya juga menekankan kepada mereka untuk menjaga integritas mereka. Intinya satu, pintar itu penting tapi integritas jauh lebih penting," kata Agus, di kantor Kementerian Koordinator, Jakarta, Jumat, 20 Juli 2018.

    Agus berharap mahasiswa penerima beasiswa kader surau akan menjadi aset bangsa dalam memperkokoh NKRI. Mereka banyak memberikan kontribusi tak hanya di lingkungan kampus, tapi juga di tengah-tengah masyarakat. "Mereka banyak yang menjadi aktivis, aktif sebagai remaja masjid di kampus dan aktif di lingkungan masyarakat dengan mengajar mengaji,” ucapnya.

    Menurut Agus, persyaratan untuk mendapatkan beasiswa kader surau, antara lain aktif dalam kegiatan kampus, harus hafal (hafiz) Al Qur’an minimal satu juz. Saat ini, ada enam mahasiswa penerima beasiswa yang hafal 30 juz dan sekitar 200 mahasiswa yang hafal 10 juz. Mereka diharapkan bisa terus meningkatkan jumlah hafalan Al Qur’an. “Persyaratan lainnya, IPK minimal 3,” ujarnya.

    Program beasiswa kader surau ini bantuan uang kuliah tunggal (UKT) dan uang saku bulanan (living cost) sekitar Rp 900 ribu per bulan. Mereka juga mendapatkan pembinaan pembangunan karakter rutin di asrama. “Pembinaan karakter ini sangat menentukan penerimaan beasiswa. Bila mahasiswa terbukti memiliki karakter yang buruk, maka beasiswa akan diputus,” tuturnya.

    Agus mengapresiasi program beasiswa kader surau yang telah berjalan selama tiga tahun dengan total anggaran yang telah dikeluarkan senilai Rp 5,1 miliar. Total anggaran hingga tiga tahun ke depan senilai Rp 15,8 miliar. “Tidak tertutup kemungkinan anggaran akan bertambah dengan meningkatnya jumlah penerima beasiswa,” katanya.

    Melihat keberhasilan program beasiswa kader surau YBM BRI, Agus berharap semakin banyak lembaga amil zakat yang meniru langkah tersebut. Dengan begitu ke depan semakin banyak anak yang mendapat akses pendidikan. "Kalau lembaga amil zakat banyak meniru maka akan makin banyak anak yang kualitas pendidikannya makin baik," ucapnya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Sisi Gelap Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman

    Kasus pembunuhan Jamal Khasoggi yang diduga dilakukan oleh Kerajaan Arab Saudi membuat dunia menyorot empat sisi gelap Mohammed bin Salman.