Polri Imbau Ojek Online Tak Berunjuk Rasa Saat Asian Games 2018

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah perwakilan pengemudi ojek online bertemu Komisi V DPR di ruang rapat komisi V DPR, Jakarta, 23 April 2018. Dalam pertemuan tersebut, pengemudi ojek online menyampaikan dua tuntutan utama, yaitu kenaikan tarif dan kejelasan payung hukum. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Sejumlah perwakilan pengemudi ojek online bertemu Komisi V DPR di ruang rapat komisi V DPR, Jakarta, 23 April 2018. Dalam pertemuan tersebut, pengemudi ojek online menyampaikan dua tuntutan utama, yaitu kenaikan tarif dan kejelasan payung hukum. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian RI mengimbau pengemudi ojek online mengurungkan niat berunjuk rasa saat pembukaan Asian Games 2018. Polri meminta semua pihak menjaga nama baik bangsa dan negara di perhelatan olahraga negara-negara Asia tersebut.

    Baca: Ojek Online Demo Saat Asian Games 2018, Grab Indonesia Tanya Ini

    “Jangan mengedepankan emosi demi kepentingan komunitas atau pribadi,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Mohammad Iqbal saat dikonfirmasi, Jumat, 20 Juli 2018.

    Iqbal menyatakan pihaknya siap menjadi perantara untuk mencari solusi atas permasalahan yang terjadi. “Kami siap menjadi jembatan antara pengendara ojek online yang bermasalah dan regulasi, atau antara mereka dan sejumlah instansi pemerintah,” kata Iqbal.

    Sebagai langkah awal, kata Iqbal, Polri akan melakukan komunikasi dengan komunitas ojek online terkait dengan rencana unjuk rasa tersebut.

    Gerakan Aksi Roda Dua (Garda) berencana kembali melangsungkan aksi demonstrasi para pengemudi ojek online pada 18 Agustus 2018, atau tepat saat Asian Games resmi dibuka Presiden Joko Widodo.

    Aksi tersebut rencananya dilangsungkan di dua titik, yaitu Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, serta Gelora Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan. Sekitar 50 ribu pengemudi ojek online diperkirakan mengikuti aksi yang digelar di Jakarta.

    Baca: Grab Pertanyakan Rencana Demo Sopir Ojek Online 18 Agustus

    Anggota Presidium Garda, Danny Stefanus, mengatakan para pengemudi ini masih menuntut kesejahteraannya, yaitu agar aplikator mengembalikan tarif ojek online di harga minimal, Rp 3.000 per kilometer. Selain itu, mereka meminta pemerintah segera menyediakan payung hukum untuk memperjelas keberadaan ojek online di Indonesia.

    Menurut Danny, mereka tidak berencana mencederai pembukaan Asian Games 2018 dengan melakukan aksi demo di waktu yang sama. Menurut dia, waktu itu dipilih lantaran dianggap strategis untuk menyampaikan aspirasi. "Karena kami sudah lelah berteriak, kami sudah bingung mencari waktu kapan lagi agar tuntutan kami didengar," ujar Danny saat ditemui Tempo di daerah Cempaka Mas, Jakarta Pusat, Senin, 16 Juli 2018.

    ANDITA RAHMA | ADAM PRIREZA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.