Di NTB, Cak Imin Sebarkan Benih Cinta

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua MPR RI, Abdul Muhaimin Iskandar di hadapan sejumlah anggota masyarakat dan  santri pondok pesantren  Praya, Nusa Tenggara Barat.

    Wakil Ketua MPR RI, Abdul Muhaimin Iskandar di hadapan sejumlah anggota masyarakat dan santri pondok pesantren Praya, Nusa Tenggara Barat.

    INFO NASIONAL – Di hadapan sejumlah anggota masyarakat dan santri Pondok Pesantren Praya, Nusa Tenggara Barat, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Abdul Muhaimin Iskandar mengingatkan, Indonesia adalah negara yang sangat besar.

    “Saat ini, jumlah penduduk Indonesia mencapai 260 juta jiwa. Berbagai suku, budaya, bahasa bahkan agama, ada di Indonesia. Karena itu, agar Indonesia tetap utuh, tidak terkoyak, dan terpecah, seluruh bangsa Indonesia harus memiliki rasa cinta antara satu dan yang lain,” ujar Cak Imin, sapaan akrab Muhaimin, saat menyampaikan Sosialisasi Empat Pilar kepada para santri dan masyarakat Praya, di Lapangan Bencingah Alun Alun Tastura, Praya, Nusa Tenggara Barat, Kamis, 19 Juli 2018. 

    "Cinta dibutuhkan di Indonesia yang beragam. Cinta dibutuhkan untuk menjaga negara yang besar ini. Karena hanya dengan cinta, kita bisa menyatukan berbagai potensi dan kekuatan yang kita punya," ujarnya. 

    Ikut hadir mendampingi Cak Imin, Ketua Fraksi PKB MPR Jazilul Fawaid dan anggota fraksi PKB MPR, Faisal Reza. Sosialisasi itu dilaksanakan bersamaan dengan konser cinta yang menghadirkan grup musik D'Masiv. 

    Saat ini, kata Cak Imin, Indonesia memerlukan kekuatan cinta. Ini penting, agar caci maki, saling fitnah, dan menyakiti, seperti yang terjadi di media sosial tidak menjadi kenyataan. Cukup di media sosial saja dan kalau bisa segera dihentikan.

    "Hentikan saling hujat dan menyakiti, seperti di media sosial. Mari sebarkan benih cinta agar kita bisa hidup rukun dan damai," tuturnya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.