Minggu, 22 September 2019

Dorong Produktivitas, Kementerian Desa Serahkan 330 Ekor Sapi Kepada Transmigran Toli-Toli

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menyerahkan bantuan 330 ekor ternak sapi kepada warga transmigran di eks Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) Gindopo, Kabupaten Toli-Toli, Sulawesi Tengah, Senin, 16 Juli 2018.

    Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menyerahkan bantuan 330 ekor ternak sapi kepada warga transmigran di eks Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) Gindopo, Kabupaten Toli-Toli, Sulawesi Tengah, Senin, 16 Juli 2018.

    INFO NASIONAL – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi menyerahkan bantuan 330 ekor ternak sapi kepada warga transmigran di eks Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) Gindopo, Kabupaten Toli-Toli, Sulawesi Tengah, Senin, 16 Juli 2018. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kompensasi atas tidak tersedianya Lahan Usaha II di lokasi tersebut.

    “Kompensasi ini diberikan kepada masyarakat sesuai dengan tuntutan mereka. Kami sudah membuat kesepakatan agar ada jalan tengah sehingga para transmigran tetap produktif,” ujar Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, yang diwakili Staf Khusus Menteri, Risharyudi Triwibowo, di UPT Gindopo.

    Pemberian ratusan ekor sapi tersebut, ujar Triwibowo, akan dibagi menjadi dua tahap pengiriman. Penyerahan tahap pertama, yakni sebanyak 100 ekor sapi betina. Tahapan berikutnya, yakni pengiriman sebanyak 200 ekor sapi betina dan 30 ekor sapi jantan.

    “Sapi yang diterima nantinya dikelola secara komunal terpadu sebanyak 6 kelompok. Masing-masing kelompok terdiri atas 50 kepala keluarga. Tentu pengelolaannya akan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes),” katanya.

    Pemberian ratusan sapi tersebut, disertai juga dengan pembuatan enam kandang sapi komunal, penanaman, dan penghijauan pakan ternak (rumput gajah) di sekitar kendang. Selain itu, juga akan ada pelatihan selama tiga hari yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Penyiapan Kawasan Transmigrasi Kementerian Desa, yang bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian.

    “Ke depan tentu kita berharap dengan manajemen usaha yang dikelola BUMDes, mereka dapat memberi nilai tambah kotoran sapi menjadi penghasil pupuk organik dan biogas. Energi tersebut dapat mereka gunakan untuk kepentingan rumah tangga para transmigran,” tutur Triwibowo. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.