3 WNI Ditangkap di Malaysia, Menlu Upayakan Akses Kekonsuleran

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dalam acara Konferensi Asia Afrika di Bandung, 14 Juli 2018. TEMPO/Eka Yudha

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan bahwa Kedutaan Besar RI di Malaysia sudah berusaha meminta akses kekonsuleran terkait tiga WNI yang ditangkap atas dugaan terorisme.

"Akses ke konseleran tersebut sedang dicoba untuk diperoleh," kata Retno di Komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 19 Juli 2018.

Baca: 3 WNI Ditangkap di Malaysia atas Dugaan Terorisme

Retno mengatakan pemerintah hanya menerima informasi dini terkait tiga WNI itu berdasarkan rilis media yang dikeluarkan Kepolisian Diraja Malaysia (PDRM). Namun pemerintah Indonesia, kata dia, hingga kini belum mendapatkan notifikasi bahwa warga negaranya ditangkap. KBRI di Kuala Lumpur, kata dia, sudah mengupayakan akses ke konseleran pada siang ini.

Menurut Retno, akses kekonsuleran adalah hal pertama yang biasanya dilakukan KBRI jika ada warga negaranya terlibat suatu kasus. Tujuannya untuk memastikan bahwa orang yang tersangkut kasus itu adalah warga Indonesia. Jika sudah mendapatkan akses, tahap selanjutnya adalah memverifikasi data-data. "Dan setelah mendapatkan itu (akses konseleran) tentunya akan dilakukan pencocokan," ujarnya.

Malaysia menahan total tujuh orang warga negara Malaysia dan Indonesia karena aktivitas yang dilakukan mereka terkait dengan militan garis keras. Tiga dari jumlah itu adalah warga negara Indonesia dan sisanya dari Malaysia.

Baca: Bahrum Naim, Pemimpin ISIS Indonesia Tewas di Suriah

Adapun terduga pertama WNI yang ditangkap adalah seorang laki-laki, 26 tahun, yang diduga telah berjanji setia dan menerima pelatihan militer dari Negara Islam Indonesia atau NII, sebuah kelompok militan Indonesia yang bertempat di Bandung. Polisi meyakini terduga itu telah menikah dengan seorang perempuan Malaysia dan berencana untuk membawa istri serta anak tirinya ke Suriah bergabung dengan ISIS.

Terduga kedua dari Indonesia ditahan karena diduga terkait dengan kelompok Jemaah Ansharut Daulah atau JAD yang terlibat pembunuhan seorang aparat polisi di kantor pusat Kepolisian wilayah Jawa Barat, pada 10 Mei 2018.

Terduga ketiga dari Indonesia yang ditahan atas dugaan terkait radikalisme. Pelaku kedapatan menyimpan 190 rekaman video dan foto-foto aktivitas militan dalam telepon selularnya dan mengunggah gambar-gambar semacam itu di akun Facebook. Kepada Kepolisiannya, terduga ini mengaku anggota ISIS.

Baca: Polri Telah Tangkap 270 Terduga Teroris Pasca-Rusuh Mako Brimob






Dr. Jason Leong Membedah Cara Bersepeda Om-Om di Malaysia

1 hari lalu

Dr. Jason Leong Membedah Cara Bersepeda Om-Om di Malaysia

Materi paling lucu dari dr. Jason Leong malam itu adalah pembahasan tentang om-om yang hobi bersepeda.


Top 3 Dunia: Wanita Indonesia Dituduh Rampok Restoran di Malaysia

1 hari lalu

Top 3 Dunia: Wanita Indonesia Dituduh Rampok Restoran di Malaysia

Berita Top 3 Dunia pada Senin 3 Oktober 2022 diawali oleh kabar seorang wanita Indonesia diyakini terlibat dalam perampokan di Malaysia


Wanita Indonesia Dituduh Ikut Merampok Restoran di Malaysia

1 hari lalu

Wanita Indonesia Dituduh Ikut Merampok Restoran di Malaysia

Polisi menangkap seorang wanita Indonesia yang dituduh ikut dalam perampokan restoran di Malaysia.


Pelaku Perampokan Toko Emas di ITC BSD Terlacak dari Sidik Jari

2 hari lalu

Pelaku Perampokan Toko Emas di ITC BSD Terlacak dari Sidik Jari

Polisi berhasil melacak pelaku perampokan toko emas di ITC BSD dari sidik jari yang tertinggal di TKP.


Ada 1,3 juta Tenaga Kerja Asing, Malaysia: Sudah Cukup

2 hari lalu

Ada 1,3 juta Tenaga Kerja Asing, Malaysia: Sudah Cukup

Kementerian Sumber Manusia (KSM) Malaysia menyebut ada 1,3 juta tenaga kerja asing saat ini ada di Malaysia


Sultan Sulu Minta Belanda Sita Aset, Malaysia: Petronas Bukan Milik Negara

3 hari lalu

Sultan Sulu Minta Belanda Sita Aset, Malaysia: Petronas Bukan Milik Negara

Pemerintah Malaysia menyatakan aset Petronas bukan milik pemerinta. Ahli waris Sultan Sulu meminta aset pemerintah Malaysia termasuk Petronas disita.


PM Malaysia Selidiki Mantan Jaksa Agung yang Tangani Kasus Korupsi Petinggi UMNO

3 hari lalu

PM Malaysia Selidiki Mantan Jaksa Agung yang Tangani Kasus Korupsi Petinggi UMNO

PM Malaysia memerintahkan penyelidikan atas kemungkinan pelanggaran oleh mantan jaksa agung yang menangani kasus korupsi beberapa anggota senior UMNO


UMNO Galang Mandat Lebih Besar, Pemilu Malaysia Digelar Tahun Ini

3 hari lalu

UMNO Galang Mandat Lebih Besar, Pemilu Malaysia Digelar Tahun Ini

UMNO, yang merupakan komponen terbesar dari koalisi berkuasa di Malaysia, setuju untuk mengadakan pemilihan umum tahun ini.


Top 3 Dunia: Pengakuan Putin, Sultan Sulu Versus Malaysia, dan Krisis Energi Jerman

4 hari lalu

Top 3 Dunia: Pengakuan Putin, Sultan Sulu Versus Malaysia, dan Krisis Energi Jerman

Berita Top 3 Dunia soal Putin akui kesalahan perekrutan wamil, Sultan Sulu gugat Malaysia, dan Jerman anggarkan Rp2,9 kuadriliun untuk krisis energi


Calon Dubes Malaysia di Jakarta Diplomat Karier

4 hari lalu

Calon Dubes Malaysia di Jakarta Diplomat Karier

Setelah penunjukan seorang politisi batal, Malaysia kemungkinan menunjuk diplomat karier sebagai dubesnya di Jakarta yang lowong sejak April lalu.