Jabar Segera Memiliki Dua Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jabar Segera Memiliki Dua Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

    Jabar Segera Memiliki Dua Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

    INFO JABAR - Jawa Barat akan segera memiliki dua pusat pertumbuhan ekonomi baru, yaitu kawasan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka dan kawasan wisata di Sukabumi.

    Menteri Perhubungan (Menhub) RI Budi Karya Sumadi mengatakan, Kertajati yang merupakan kawasan pertumbuhan baru diTimur Jawa Barat akan didukung oleh infrastruktur berupa pelabuhan besar di Patimban, Kabupaten Subang. Pelabuhan ini, kata Menhub, akan lebih besar dibanding Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta.

    "Diharapkan di situ (Kertajati dan Subang) akan menjadi pertumbuhan baru. Di mana, selama ini angkutan logistik itu menuju Jakarta macet," kata Menhub ketika ditemui usai menjadi pembicara dalam Dialog Nasional ke-16 "Indonesia Maju" di  Bandung, Rabu, 18 Juli 2018.

    "Ini (pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jabar) menjadi alternatif dan suatu pusat pertumbuhan yang membuat Subang, Karawang, Indramayu, Cirebon, Majalengka menjadi suatu pusat pertumbuhan industri yang luar biasa," ujarnya.

    Ia menambahkan, Majalengka dan Subang bakal menjadi pusat ekonomi dengan potensi sangat besar. "Kertajati sudah beroperasi bahkan bisa umroh dan haji dari sana, dan (Pelabuhan) Patimban tahun depan jadi. Ini bisa menjadi kekuatan baru bagi Jawa Barat," ucap Budi.

    Kawasan pusat pertumbuhan ekonomi baru lainnya ada di Sukabumi. Menhub mengungkapkan, daerah Sukabumi akan dikembangkan menjadi kawasan destinasi wisata. Terlebih saat ini telah ditetapkannya Geopark Ciletuh-Palabuhanratu menjadi jaringan geopark dunia Unesco.

    Kawasan wisata Sukabumi akan didukung konektifitasnya melalui Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), pembangunan Bandara di Cikembar, serta jalur kereta api double track. "Sukabumi kita kenal sebagai daerah pariwisata, ada geopark yang bagus sekali," tutur Menhub.

    Untuk itu, Menhub berharap masyarakat bisa ikut berpartisipasi membangun kawasan pusat pertumbuhan ekonomi ini. "Kita bersama-sama mengembangkan atau menggunakan. Misal Patimban, sebagai suatu daerah logistik. Industri di Jawa Barat kita kembangkan supaya ini bisa memberikan dukungan bagi Patimban, dan memberikan kemakmuran bagi masyarakat Jawa Barat," katanya.

    Lebih lanjut, Menhub menuturkan bahwa sejauh ini progres pengerjaan Bandara Cikembar di Sukabumi sudah mencapai tahap akhir pembebasan lahan. Begitu pun dengan proyek Pelabuhan Patimban, yang diharapkan awal Agustus 2018 ini bisa dilakukan groundbreaking.

    Sementara itu, dalam Dialog Nasional ke-16 "Indonesia Maju", Pj. Gubernur Jawa Barat H. Mochamad Iriawan memaparkan sejumlah proyek strategis nasional yang ada di Jawa Barat.

    Beberapa program seperti Kartu Indonesia Pintar dan Kartu Indonesia Sehat telah berjalan di Jawa Barat. Begitu juga dengan Program Keluarga Harapan (PKH) untuk penanggulangan kemiskinan. "Di bidang pertanahan seperti Pak Presiden (Jokowi) canangkan, ada program sertifikasi tanah untuk rakyat," ujar Iriawan dalam pemaparannya.

    Untuk pembangunan infrastruktur fisik, ada pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Selain itu, progres sejumlah proyek besar yang menjadi bagian dari proyek strategis nasional juga disampaikan Iriawan pada kesempatan ini.

    Seperti pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Majalengka yang telah diresmikan Presiden Jokowi, Bandara Nusawiru di Pangandaran, Bandara Cikembar di Sukabumi, Pelabuhan Patimban, Tol Bocimi, Tol Cisumdawu, Bendungan Kuningan, Bendungan Ciawi, Bendungan Sukamahi, dan pembenahan Sungai Citarum melalui program Citarum Harum.

    Menurut Iriawan, setiap proses pembangunan harus diinformasikan kepada masyarakat agar publik bisa mengetahui sejauh mana pembangunan yang telah, sedang, dan akan berjalan di daerahnya. "Tentu kita tahu bagaimana pembangunan berjalan maksimal. Tapi kalau tidak diberi tau atau disampaikan kepada masyarakat, tentunya masyarakat tidak akan tahu," kata Iriawan. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.