Eks Wali Kota Madiun Kokok Raya Batal Jadi Caleg PDIP

Bekas Ketua DPRD Kota Madiun periode 1999-2004 dan Walikota Madiun periode 2004-2009 Djatmiko Royo Saputro alias Kokok Raya (kiri) mengajukan peninjauan kembali (PK) putusan kasus korupsi atas dirinya. TEMPO/Ishomuddin

TEMPO.CO, Jakarta - PDI Perjuangan urung mengusung Wali Kota Madiun periode 2004-2009 Djatmiko Royo Saputro alias Kokok Raya menjadi calon legislatif atau caleg di Pemilu 2019.

Baca juga: Johan Budi Maju Caleg Lewat PDIP dari Dapil Jawa Timur

"Yang bersangkutan sudah mengundurkan diri, sehingga tidak jadi kami calonkan," kata Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto di kantor Dewan Pengurus Pusat PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Rabu, 18 Juli 2018.

Hasto sebelumnya sempat membacakan nama Kokok Raya sebagai calon anggota legislatif dari PDIP yang didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum. Kokok merupakan mantan narapidana korupsi yang pernah dipenjara selama satu tahun enam bulan.

Kokok dihukum karena terbukti menyalahgunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun 2002, 2003, dan 2004, yang merugikan keuangan negara senilai Rp 8,3 miliar. Penyalahgunaan anggaran itu terjadi ketika Kokok menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Madiun periode 1999-2004.

Baca juga: Alasan Pendiri PKS Yusuf Supendi Hengkang dan Jadi Caleg PDIP

Setelah dikonfirmasi ulang, Hasto mengatakan bahwa Kokok Raya tak jadi dicalonkan. Dia menambahkan, PDIP berkomitmen mencalonkan kader-kader yang memiliki rekam jejak yang baik dan bersih. "Partai punya itikad sangat kuat menjadi partai yang bersih," kata Hasto.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum juga telah menetapkan aturan yang meminta setiap partai agar tak mencalonkan eks narapidana korupsi, kejahatan seksual terhadap anak, dan bandar narkoba sebagai caleg. Ketentuan itu tertuang dalam Peraturan KPU Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pencalonan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota.






Soal Safari Politik Puan Maharani ke Partai Demokrat, Masinton: Masih Diatur Waktunya

13 jam lalu

Soal Safari Politik Puan Maharani ke Partai Demokrat, Masinton: Masih Diatur Waktunya

Said Abdullah mengungkapkan bahwa Puan Maharani tetap akan berkunjung ke Partai Demokrat terlepas dari kritikan yang sering dilontarkan.


Anies Baswedan Dinilai Masih Bikin Keputusan Strategis, PDIP Desak Jokowi Segera Tunjuk Pj Gubernur DKI

1 hari lalu

Anies Baswedan Dinilai Masih Bikin Keputusan Strategis, PDIP Desak Jokowi Segera Tunjuk Pj Gubernur DKI

Politikus PDIP mendesak Presiden Jokowi segera menunjuk Penjabat Gubernur DKI. Anies Baswedan masih bikin keputusan strategis jelang akhir jabatan.


PDIP Ungkap Tak Bisa Menolak Keinginan Cak Imin Jadi Wapres Puan Maharani

2 hari lalu

PDIP Ungkap Tak Bisa Menolak Keinginan Cak Imin Jadi Wapres Puan Maharani

Said Abdullah, mengaku menghargai wacana duet Puan Maharani dengan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin pada Pilpres 2024.


Gugatan Sekber Prabowo-Jokowi, PDIP Sebut Jokowi Tidak Gila Kekuasaan

2 hari lalu

Gugatan Sekber Prabowo-Jokowi, PDIP Sebut Jokowi Tidak Gila Kekuasaan

Sekber mengajukan gugatan judicial review atas Pasal 169 huruf n UU Pemilu untuk merealisasikan agar Prabowo-Jokowi bisa maju Pilpres 2024


Pejuang Wakaf Masjid Minta Perlindungan Jokowi dan PDIP Ingatkan Anies Soal Firaun Jadi Top 3 Metro

2 hari lalu

Pejuang Wakaf Masjid Minta Perlindungan Jokowi dan PDIP Ingatkan Anies Soal Firaun Jadi Top 3 Metro

Pejuang masjid wakaf Kebon Sirih, Tomy Tampatty, mengirimkan surat ke Jokowi untuk meminta perlindungan.


PDIP Jelaskan Soal Video Viral Puan Maharani Cemberut Saat Bagi-bagi Kaos di Bekasi

2 hari lalu

PDIP Jelaskan Soal Video Viral Puan Maharani Cemberut Saat Bagi-bagi Kaos di Bekasi

Viral video Puan Maharani bagi-bagi kaos di Bekasi dengan wajah cemberut. PDIP memberikan klarifikasi apa yang terjadi saat itu.


Jelang Pemilu 2024, Inilah 3 Parpol yang Saling Mengklaim sebagai Partai Wong Cilik

2 hari lalu

Jelang Pemilu 2024, Inilah 3 Parpol yang Saling Mengklaim sebagai Partai Wong Cilik

Menuju Pemilu 2024, setidaknya ada tiga parpol yang mengklaim sebagai partai wong cilik, Siapa saja mereka?


Survei LSJ: PDIP Unggul dengan 22,8 Persen Disusul Gerindra, Demokrat Melejit ke Posisi Empat

2 hari lalu

Survei LSJ: PDIP Unggul dengan 22,8 Persen Disusul Gerindra, Demokrat Melejit ke Posisi Empat

PDIP memiliki elektabilitas tertinggi 22,8 persen disusul dengan Partai Gerindra dengan 16,9 persen. Kemudian Golkar dengan 10,3 persen.


PDIP Kecam Anies Baswedan Gagal Benahi Transportasi Jakarta, Firaun Juga Bisa

3 hari lalu

PDIP Kecam Anies Baswedan Gagal Benahi Transportasi Jakarta, Firaun Juga Bisa

Anggota Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak menyebut Gubernur Anies Baswedan gagal memperbaiki transportasi Jakarta.


PDIP dan PKB Klaim Partai Wong Cilik, Gerindra Juga Mengaku Sama

3 hari lalu

PDIP dan PKB Klaim Partai Wong Cilik, Gerindra Juga Mengaku Sama

Menurut Dasco, lumbung suara Ketua Umum Gerindra Prabowo yang digadang-gadang menjadi capres 2024 juga berasal dari petani dan nelayan.