JK Sebut Tak Ada Urgensi Wajib Militer di Indonesia

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana buka puasa bersama di Markas Besar TNI Cilangkap, Jakarta, Selasa, 5 Juni 2018. Acara ini dihadiri oleh Presiden Joko Widodo alias Jokowi serta Wakil Presiden Jusuf Kalla. TEMPO/Syafiul Hadi

    Suasana buka puasa bersama di Markas Besar TNI Cilangkap, Jakarta, Selasa, 5 Juni 2018. Acara ini dihadiri oleh Presiden Joko Widodo alias Jokowi serta Wakil Presiden Jusuf Kalla. TEMPO/Syafiul Hadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK mengatakan pemerintah tak berniat melaksanakan wajib militer bagi generasi muda di Indonesia. Pemerintah tak melihat ada kebutuhan yang mendesak untuk menerapkan kebijakan tersebut.

    "Tidak ada urgensi dan pelaksanaannya rumit," ujar JK di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur pada Rabu, 18 Juli 2018.

    Baca: Kemenhan: Bela Negara Bukan Wajib Militer

    JK mengatakan kebijakan wajib militer saat ini mulai ditinggalkan sejumlah negara. Menurut dia, hanya segelintir negara yang masih menerapkannya seperti Singapura dan Israel.

    Menurut JK, wajib militer saat ini tak lagi relevan dilaksanakan. Perang yang dihadapi saat ini, kata dia, lebih banyak mengandalkan perkembangan teknologi.

    Penjelasan JK soal wajib militer ini disampaikan untuk menjawab pertanyaan dari seorang calon perwira remaja yang menghadiri pembekalan dari JK di Mabes TNI. Dalam sesi tanya jawab, perwira itu mengungkapkan perlunya wajib militer bagi pemuda. Sebab banyak generasi muda yang tidak dapat pendidikan bela negara dengan benar. Banyak juga pemuda yang salah langkah dalam pergaulan.

    Baca: Bela Negara dan Wajib Militer Versi Jusuf Kalla

    JK menyarankan para generasi muda untuk menyibukkan diri dengan beragam kegiatan positif agar tidak salah bergaul. Misalnya aktif berolahraga, membaca, hingga mengikuti kegiatan keagamaan. Pemuda juga disarankan menggeluti bidang usaha. Tak hanya menambah pengalaman, juga bisa membuka lapangan kerja bagi orang lain.

    Dia juga berpesan agar anak muda memanfaatkan teknologi dengan baik. "Sekarang pergaulan sangat dipengaruhi teknologi," kata JK. Fasilitas itu bisa berdampak baik lantaran menawarkan segudang informasi tapi di sisi lain banyak juga informasi yang bisa membawa dampak buruk. "Misalnya yang didapat cara membuat bom dari internet," kata dia.

    Baca: JK Minta Calon Perwira Remaja TNI dan Polri Jaga Sikap Disiplin


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Google Doodle, Memperingati Chrisye Pelantun Lilin-Lilin Kecil

    Jika Anda sempat membuka mesin pencari Google pada 16 September 2019, di halaman utama muncul gambar seorang pria memetik gitar. Pria itu Chrisye.