Minggu, 22 September 2019

Ketua MPR RI Apresiasi Komunitas Pencinta Satwa

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menghadiri Silaturahmi Nasional dan Halal Bihalal Keluarga Besar Perhimpunan Kebun Binatang se-Indonesia (PKBSI) di Century Atlet Senayan, Jakarta, Rabu, 18 Juli 2018.

    Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menghadiri Silaturahmi Nasional dan Halal Bihalal Keluarga Besar Perhimpunan Kebun Binatang se-Indonesia (PKBSI) di Century Atlet Senayan, Jakarta, Rabu, 18 Juli 2018.

    INFO MPR  - Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menghadiri undangan sebagai tamu kehormatan dalam acara Silaturahmi Nasional dan Halal Bihalal Keluarga Besar Perhimpunan Kebun Binatang se-Indonesia (PKBSI) di Century Atlet Senayan, Jakarta, Rabu, 18 Juli 2018. Acara dihadiri Ketua Umum PKBSI Rahmat Shah, Ketua Dewan Penasehat PKBSI Prof Emil Salim, anggota Dewan Penasehat Jenderal TNI (Purn) Widjojo Soejono dan Jenderal  TNI (Purn) Prof AM. Hendropriyono, serta ratusan anggota PKBSI.

    Dalam kesempatan itu, Zulkifli Hasan mengungkapkan kekagumannya dan sangat mengapresiasi komunitas pencinta satwa dan pemilik lembaga konservasi dengan tujuan melestarikan satwa Indonesia.

    "Tidak mudah mencintai dan memelihara satwa. Saya sendiri sangat sulit memelihara satwa.  Saya memiliki burung tiga ekor dulu tapi sudah hilang, dari situ saya merasakan tidak mudah memelihara satwa apalagi dalam skala luas konservasi. Sulit sekali tapi dampak positifnya besar dalam bidang pelestarian alam," kata Zulkifli.

    Dalam forum tersebut Zulkilfli juga menyinggung tentang kebangsaan antara lain soal penyelenggaraan Pilkada Serentak 2018 yang sukses, aman, sejuk yang menandakan bahwa demokrasi Indonesia semakin baik.  Hal yang baik tersebut harus dipertahankan dalam agenda besar demokrasi Pemilihan Legislatif Pemilihan Presiden 2019.

    "Dengan ini saya mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk keluarga besar PKBSI yang penuh kasih sayang untuk menjadi pionir menjaga tahun politik 2019 tetap aman dan lancar.  Pilihan boleh beda, pilihan capres boleh lain-lain. Yang tidak boleh adalah berkelahi dan berkonflik satu sama lain karena perbedaan," ucapnya.(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe